Kata-kata Gavin menghantam ulu hati Alena hingga ia merasa tidak bisa bernapas. Ia menatap suaminya dengan tatapan tidak percaya. "Tipuan?" Alena mengulang kata itu dengan suara yang gemetar hebat. "Kamu pikir aku memanfaatkan anak kita sendiri untuk berbohong padamu, Gavin?" "Lalu apa lagi namanya?" Gavin mendengus sinis, merapikan kerah jaketnya yang sempat kusut. "Lima tahun kita menikah, Alena. Rahimmu selalu kosong. Dan sekarang, tepat di hari Serena kembali, tiba-tiba saja kamu mengaku hamil? Kebetulan yang terlalu sempurna, bukan?" "Aku punya buktinya, Gavin! Hasil tesnya ada di kamar mandi!" teriak Alena, air matanya mengalir deras membasahi pipinya yang pucat. "Cukup, Alena! saya tidak punya waktu untuk memeriksa skenario barumu," potong Gavin kejam. Ia melirik jam dinding dengan raut wajah yang semakin panik. "Serena sedang bertaruh nyawa di sana, sedangkan kamu di sini sibuk mengarang cerita demi ego cemburumu!" "Gavin, aku mohon... lihat aku!" Alena nekat berdiri,
Last Updated : 2026-07-09 Read more