“Jangan.”Suara Elia pelan, tapi cukup jelas untuk menghentikan siapa pun di ruangan itu.Kenneth menoleh. Thomas yang sudah setengah berbalik untuk keluar ikut berhenti di tempatnya.“Kau baru saja diserang oleh anjing itu,” balas Kenneth sambil menatapnya.Elia menatap balik Kenneth. Tubuhnya masih lemah, punggungnya bersandar di bantal, tapi matanya tidak menunduk. “Dia punya anak, My Lord.” Suaranya bergetar sedikit, bukan karena takut, melainkan karena lelah. “Kalau induknya mati, anak-anaknya tidak akan selamat.”Kenneth terdiam. Ia tidak menyangka kalau Elia malah membela hewan yang baru saja melukainya. Lalu ia menoleh pada Thomas. “Jangan bunuh,” katanya. “Pindahkan ke tempat yang jauh dari jalur pekerja. Jangan biarkan dia menyerang lagi.”“Baik, Tuan,” jawab Thomas sambil menunduk cepat dan langsung keluar kamar. Kamar itu kembali sunyi. Violet sudah duduk di sisi Elia dan memeluk lengannya. “Kenapa Ayah tadi seperti marah?” tanya Violet.Elia menatapnya. “Ayahmu tidak ma
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-04 อ่านเพิ่มเติม