Elia hampir tidak tidur semalaman.Setiap kali ia menutup mata, bayangan itu kembali. Punggungnya yang menyentuh dinding, jemari Kenneth yang menelusuri tulang belakangnya, gaun yang melorot jatuh ke lantai, dan bibir pria itu yang menjelajahi lehernya. Bukan hanya bayangan, tapi juga sisa rasa yang masih membekas di kulitnya. Bahkan ciuman di punggung tangan terasa paling mengikat dari semua yang terjadi malam itu.Ia bangun dengan kepala berat dan tubuh yang terasa remuk karena kurang istirahat.Di depan cermin, Elia menatap wajahnya sendiri. Ada lingkaran hitam kecil di kelopak mata bawah. Ia menyentuh lehernya, lalu tulang selangkanya, tempat semalam Kenneth menciumnya. Tangannya berhenti di sana lebih lama dari yang ia mau, lalu buru-buru diturunkannya.Elia menarik napas panjang, mengikat rambutnya, dan memaksa dirinya bersiap menjalani pagi seperti biasa. Ia turun ke area pelayan, menyapa Molly yang sudah siap dengan semangkuk bubur gandum di hadapannya dan Martha yang sedang
Last Updated : 2026-08-28 Read more