Ardina terdiam cukup lama, barulah dia mengentakkan tangan pria itu dan langsung melangkah pergi."Dina!"Pria itu menahannya dengan raut kepedihan, lalu bertanya kenapa dia sama sekali tidak sudi memberikan satu kesempatan untuknya.Sejak hari pertama melihat Ardina kembali, dia terus-menerus berusaha untuk mendapatkan wanita itu kembali.Tapi, tidak peduli seberapa keras dia menjelaskan dan apa pun yang dia lakukan, wanita itu tetap tidak bergeming sama sekali."Padahal dulu kamu begitu mencintaiku, kenapa sekarang nggak bisa kasih aku satu kesempatan lagi?""Kalau kamu benci rumah kita karena ada bekas tempat tinggal Tasya, aku akan jual rumah itu.""Kalau kamu merasa hadiah-hadiah yang dulu aku kasih ke kamu itu merusak pemandangan, aku akan belikan yang baru.""Kalau kamu anggap aku kotor, aku akan mandi berkali-kali sampai bersih.""Lalu, gimana kalau hatimu yang kotor?"Ardina tiba-tiba angkat bicara, tapi dia mendapati pria itu tertahan lama dan tidak bisa memberikan jawaban.D
Read more