Sinta tidak ingin mendengar apa pun lagi dari Abimanyu. Ia melangkahkan kakinya melewati pria itu dan menekan kata sandi pintu masuknya. "Juna, ayo masuk." "Tunggu!" Abimanyu menggeser tubuhnya, menghalangi jalan Arjuna. Kedua pria yang tingginya hampir sejajar itu saling menatap. Aura permusuhan yang kental menguar dari keduanya. Diam-diam Sinta merasa cemas. Bagaimanapun, dia hanya menyewa apartemen ini. Jika tetangga unitnya melihat dua pria di depan pintunya, mereka pasti akan berpikir yang tidak-tidak. Tepat pada saat itu, terdengar bunyi pintu terbuka dari unit yang berada di samping apartemen Sinta. Sinta pun seketika panik. "Kalian berdua, masuk cepat!" Sinta menarik keduanya masuk ke dalam apartemen secara bersamaan, dan di saat yang bersamaan, tetangga unitnya muncul dari pintu. "Lho, Mbak Sinta? Lagi ngapain?" Sinta tersenyum kaku, kemudian berkata, "Ba-baru pulang kerja, Mbak Tia. Ini mau masuk rumah." "Oalah, aku mau keluar nih, mau nitip ndak?" "Tida
Last Updated : 2026-09-07 Read more