Selepas makan siang selesai, suasana di sekitar halaman samping perlahan kembali tenang. Peralatan makan yang sebelumnya digunakan oleh Arman, Yulia, Windi masih berserakan di atas tikar. Tanpa menunggu diminta, Windi segera bangkit dan mulai mengumpulkan piring, mangkuk, gelas, serta peralatan makan lainnya."Kak Windi, biar aku saja," kata Yulia sambil ikut berdiri dan hendak mengambil beberapa piring dari tangan Windi.Namun, Windi langsung menggeleng pelan. "Biar aku saja. Kamu temani Mas Arman di sini."Yulia terdiam sejenak.Sementara itu, Windi memberikan senyum tipis sebelum membawa tumpukan peralatan makan tersebut menjauh dari halaman.Sebelum benar-benar pergi, wanita itu sempat menoleh, tatapan matanya bertemu dengan mata Arman.Windi tersenyum kecil.Arman yang melihatnya hanya mengangkat alis. Dia tentu saja memahami maksud tatapan tersebut.Sejak beberapa waktu terakhir, Windi memang semakin sering mencari kesempatan untuk berada di dekatnya. Bahkan tadi, wanita itu se
Huling Na-update : 2026-09-16 Magbasa pa