Suara helaan napas lega terdengar dari lorong markas saat tiga wanita yang bersama Arman sebelumnya melangkah kembali ke kamar mereka masing-masing.Kini, hanya tersisa Arman dan Yulia yang berada di dalam satu kamar.Suasana di dalam ruangan itu hening, hanya dihiasi deru angin malam yang berembus di luar benteng pelindung mereka. Beberapa saat mereka saling menatap dalam diam. Yulia, terlihat canggung. Wajahnya merona merah, jemarinya meremas ujung pakaiannya, dan pandangannya tertunduk malu menyembunyikan binar matanya yang bergetar.Melihat kepolosan itu, Arman melangkah mendekat. Jemari tangannya yang kekar dan dipenuhi bekas luka pertarungan terulur perlahan, menyentuh dan merengkuh dagu Yulia dengan lembut. Ia mengangkat wajah manis itu agar mata mereka kembali bertemu."Mas, jangan terus menatapku seperti itu," bisik Yulia lirih. Suaranya halus, hampir tenggelam dalam kesunyian malam.Arman mengikis jarak di antara mereka, menatap lurus ke dalam netra Yulia yang penuh kejujur
Last Updated : 2026-09-09 Read more