Alexander melangkah menyusuri lorong menuju kamar pribadinya. Namun, begitu tiba di depan pintu, langkahnya seketika terhenti. Tatapannya tertuju pada angka di pintu yang kini berubah menjadi 6.Alisnya langsung berkerut.Seketika ingatannya kembali pada kejadian semalam, saat Rosaline berkali-kali berusaha membuka pintu kamarnya.“Jangan-jangan…” gumamnya pelan. “Dia mengira kamar ini adalah kamar nomor enam.”Alexander perlahan mengalihkan pandangannya ke arah pintu lain yang memang bertuliskan angka 6. Keningnya semakin berkerut.Kalau Rosaline memang salah masuk kamar…Lalu pria yang sebenarnya ingin ditemuinya semalam berada di kamar nomor enam?Benarkah Rosaline sengaja memesan seorang pria dari klub ini?Pikiran itu membuat rahangnya mengeras. Tanpa membuang waktu, Alexander segera mengeluarkan ponselnya dari saku celana, lalu mengirim pesan singkat kepada Sean.> Sean, cari tahu siapa yang menempati kamar nomor 6 semalam.Setelah pesan itu terkirim, Alexander memasukkan kode a
Last Updated : 2026-08-03 Read more