"Hey, kamu sudah bangun?"Brian menghampiri wanita yang sudah tak sadarkan diri hampir 24 jam. Ia menggenggam tangan lembut yang kini terpasang selang infus. Matanya menatap sendu, mengasihani kondisi yang terjadi."Ekhm, ini... sakit..." Karina baru saja mengangkat tangan, bergerak ke arah leher yang diperban. Namun Brian buru-buru menghalangi. Kepalanya menggeleng pelan, tanda tak boleh."Luka lecetnya lumayan dalam, jadi pasti bakalan sakit banget. Nanti aku kasih obat buat pereda nyerinya, sama salep. Sekarang, kamu belum boleh banyak gerak." Sang dokter menasihati, sebagai profesional sekaligus kekasih.Karina menganggukkan kepala. Wanita itu masih mencerna posisinya saat ini. Ada Brian yang menemani, jelas lokasinya sudah aman. Ia tak lagi berada di gedung tua itu.Pria itu mendekat, mengelus tangan sang kekasih dan mengecup lembut. Wajahnya nampak lelah, karena selain menjaga Karina, ia juga melakukan pekerjaan lain seper
Terakhir Diperbarui : 2026-08-27 Baca selengkapnya