"Dokter, ada yang mau bertemu."Pandji menengadah, menatap perawat yang masuk di saat semua pasien sudah selesai diperiksa. Ekspresi penu tanya itu langsung terjawab begitu seorang wanita muncul di ambang pintu. Wajahnya tak asing, begitu pula tatapan tajam yang menunjukkan alasan dari kemunculannya."Oke, terima kasih!" katanya seraya mempersilakan perawat itu untuk keluar.Karina masuk dengan langkah pasti. Matanya tak lepas dari wajah dokter yang membuatnya muak bahkan hanya dengan melihat senyum menyebalkannya."Ada yang bisa saya bantu, Ibu Karina?" tanyanya terdengar sok akrab. Senyumnya menyimpan sejuta arti, mulai dari ledekan hingga puas, karena bisa membuat wanita itu hadir di ruangannya, atas kesadaran sendiri. "Atau Nona, karena Anda belum menikah, kan?" selorohnya kali ini dengan nada mengejek.Air muka si cantik semakin merah, menahan malu dan kesal yang sudah ada di ubun-ubun. Keduanya tak saling mengenal, tapi cerita satu sama lain sepertinya sudah jelas pernah didenga
Última actualización : 2026-09-20 Leer más