LOGINKehamilan di tengah karir yang menanjak harus dihadapi seorang Karina Gunawan. Kekasih yang ia harap dapat bertanggung jawab, nyatanya memilih untuk pergi. Hingga kehadiran pria baru bernama Brian, membawa secercah harapan untuk hidupnya di masa datang.
View More"Saya diintimidasi, dipaksa melakukan pemeriksaan itu dan kemungkinan besar hasilnya juga dimanipulasi hingga saya tidak bisa mendapatkan keadilan."Wanita dalam layar menunduk dan menangis. Pria-pria bertubuh besar di sisinya mendekat dan merangkul, coba memberi ketenangan. Lalu tak lama mereka mengamuk, menunjuk-nunjuk dan mengelukan nama Brian yang menjadi tokoh utama dalam pemberitaan ini.CKLIK!Brian mematikan layar, merundukkan kepala dan mengingat alur di mana ia menemukan Mawar, pasien yang dibawanya dalam program Inside Her. Tak hanya itu, ia juga mulai menelusur, di mana letak kesalahannya.Lirikannya berubah tajam begitu layar ponsel menyala. Nama Karina ada di sana, dengan emot tanda cinta berwarna merah menyala. Namun ia malah menekan tombol merah sebagai tanda menolak. Tabgannya bertaut dengan wajah menunduk dalam. Kepalanya terasa penuh, memutar cerita lama tentang pertemuannya dengan Mawar dan bagaimana ia melayani wanita itu dengan sangat baik.TING!Sebuah pesan m
"Dokter, ada yang mau bertemu."Pandji menengadah, menatap perawat yang masuk di saat semua pasien sudah selesai diperiksa. Ekspresi penu tanya itu langsung terjawab begitu seorang wanita muncul di ambang pintu. Wajahnya tak asing, begitu pula tatapan tajam yang menunjukkan alasan dari kemunculannya."Oke, terima kasih!" katanya seraya mempersilakan perawat itu untuk keluar.Karina masuk dengan langkah pasti. Matanya tak lepas dari wajah dokter yang membuatnya muak bahkan hanya dengan melihat senyum menyebalkannya."Ada yang bisa saya bantu, Ibu Karina?" tanyanya terdengar sok akrab. Senyumnya menyimpan sejuta arti, mulai dari ledekan hingga puas, karena bisa membuat wanita itu hadir di ruangannya, atas kesadaran sendiri. "Atau Nona, karena Anda belum menikah, kan?" selorohnya kali ini dengan nada mengejek.Air muka si cantik semakin merah, menahan malu dan kesal yang sudah ada di ubun-ubun. Keduanya tak saling mengenal, tapi cerita satu sama lain sepertinya sudah jelas pernah didenga
"Dokter Brian di mana?"Karina menatap sekeliling, tapi tak menemukan pujaan hatinya di sana. Seorang kameramen menunjuk ruang ganti, posisi sang dokter berada saat ini."Thank you!"Wanita itu bergerak dengan cepat menuju ke tempat sang kekasih. Seperti biasa, ia disapa dengan senyuman manis dan tatapan penuh kasih dari Brian. Pria itu bahkan tak malu mengelus lembut perut buncit yang menggemaskan itu di depan para perias."Sorry, gue mau ngobrol bentar, bisa?" pintanya pada beberapa orang yang langsung mengangguk tanda mengerti.Karina tak ingin membuang waktu. Inside Her terus berjalan, rating harus dipertahankan, tapi masalah kembali datang. Semua masalah harus diselesaikan sesegera mungkin, atau ini akan membuat Inside Her dan Brian dalam masalah besar. Utamanya bagi sang kekasih yang tentu memiliki etika profesi."Ada apa?" tanya Brian langsung sadar bahwa ada yang tak beres dari kedatangan sang kekasih.Wajah Karina nampak cemas, bingung harus mulai dari mana. Ia menarik kursi,
"Happy banget Bumil!" puji Sheila yang muncul dari arah pintu masuk. Karina tergelak. Ia baru saja menekan tombol lift, dan keduanya masuk bersamaan. Wajahnya nampak berseri-seri dan cerah ceria, persis menggambarkan suasana hatinya yang tengah berbahagia, seperti dugaan rekan kerjanya itu."Kelihatan banget, ya?" tanya Karina sembari melihat pantulan diri dari dinding lift yang menunjukkan bagaimana wajah cantik itu berpuluh kali lipat lebih cerah dari biasanya."Bukan lagi!" jawab Sheila menggeleng-gelengkan kepala.Semenjak hubungan keduanya membaik, Sheila dan Karina sering terlihat jalan berdua, berbincang terkait pekerjaan atau bahkan hanya bersenda gurau layaknya sahabat. Hubungan ini membuat sebagian orang memandang tak suka, karena perpaduan mereka dalam pekerjaan malah membuat semuanya semakin baik."Abis dapat apa? Duit? Berlian?" Sheila mencecar dengan penasaran.Sesekali tangannya menyentuh perut Karina yang kian membesar. Ia begitu gemas melihat sembulan itu, dan kadang


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.