LOGINKehamilan di tengah karir yang menanjak harus dihadapi seorang Karina Gunawan. Kekasih yang ia harap dapat bertanggung jawab, nyatanya memilih untuk pergi. Hingga kehadiran pria baru bernama Brian, membawa secercah harapan untuk hidupnya di masa datang.
View More"Awas, jangan lari!" Brian membuka payung dan merangkul Karina agar merapat. Keduanya berjalan dengan cepat, membelah hujan menuju salah satu cafe yang menjadi lokasi pengambilan gambar untuk episode pertama. "Selamat datang!" Seorang pelayan menyapa dengan ramah. Namun Brian nampak tak tertarik. Pria itu malah menarik sapu tangan dari kantong, lalu mengeringkan rambut dan wajah Karina yang basah. Wanita itu tersipu. Ia tak pernah mendapatkan perlakuan seistimewa itu. Dokter spesialis kandungan itu tak ragu untuk menggandeng tangannya dan menarik kursi untuknya saat duduk. Semua hal kecil itu terbaca jelas oleh Karina yang biasa melakukan semuanya seorang diri. Apalagi ia besar hanya bersama sang nenek. Ia dipaksa dewasa saat usianya masih membutuhkan kasih sayang. "Kamu mau pesan apa?" tanya Brian yang menyodorkan menu dengan cepat. "Burn Cheesecake-nya, enak banget!" katanya berpromosi. "Kok tahu? Kamu langganan?" "Temen aku yang punya cafenya," jawabnya seraya memame
"Masih sering mual?" Brian tersenyum ke arah pasiennya dengan sangat ramah. Tangannya membuka lembaran yang dibawa dari laboratorium. Dibacanya hasil pemeriksaan yang baru saja dilakukan oleh sang pasien dengan seksama. "Hb-nya agak rendah, ya!" katanya. "Ini sering terjadi, apalagi kalau kamu malas minum vitamin. Makanya aku sering bawel kalau kamu enggak minum vitamin, tapi malah ngopi!" celotehnya seolah bercerita. Kadar hemoglobin yang rendah memang biasa terjadi pada ibu hamil. Jika itu dibiarkan, maka aliran oksigen yang dibawa darah ke janin akan berkurang dan mempengaruhi perkembangan janin itu sendiri. Untuk itu, ibu hamil wajib minum vitamin tambahan. Brian coba menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami, sayangnya sang lawan bicara mengangguk-anggukkan kepala. Bibir bergincunya hanya diam, tak banyak kata, seperti biasa. Perasaannya masih tak menentu, apalagi setiap bertemu dengan sang dokter. "Ada keluhan selain mual?" tanya Brian mewawancarai sebelum dilakukan pe
"Ngapain ke sini?" Karina muncul dengan wajah penuh amarah. Puluhan telepon masuk mengganggu pekerjaan dan berasal dari pria menyebalkan yang kini menatap tajam. "Kenapa kamu enggak angkat telepon aku?" tanya Raga, pria yang tak hanya menghancurkan hidup Karina tapi juga melukai harga dirinya. Wanita itu tergelak, menertawakan sikap sang mantan kekasih yang minggu lalu baru saja mencampakkannya dengan mudah. Masih segar dalam ingatan, bagaimana Raga tak peduli walau Karina menangis dan memohon. "Emangnya kita masih ada hubungan?" tanyanya dengan nada mengejek. Wajah Raga berubah merah, menahan malu. Padahal ia sendiri yang memutuskan perpisahan itu. "Ada!" kata pria itu menantang. "Aku mau ambil barang-barangku!" tambahnya. Karina tercekat. Sudah setahun belakang ia dan Raga memutuskan hidup bersama, walau sesekali pria itu pulang ke rumahnya di daerah Tangerang. Jadi tak salah jika Raga meminta barang-barang yang tertinggal di apartemen. Apalagi ketika rumah tinggal sementara
"HUWEK! HUWEK!"Karina memuntahkan kopi yang pagi ini mengisi perutnya. Jari-jari lentiknya menyisir rambut ke belakang, sembari memberikan pijatan pelan di kepala yang terasa pening. "Sial!" makinya kesal.Beberapa hari terakhir kondisi morning sickness-nya semakin menjadi. Hampir setiap pagi ia muntah, terutama saat meminum kopi atau susu. Padahal dua minuman itu adalah sarapan favoritnya yang simple dan cepat.Sang produser menatap pantulan di cermin, coba memberikan semangat pada diri sendiri. Ia tak bisa menyerah di saat semua mimpi di depan mata. Menjadi produser, membanguns ebuah acara sampai nantinya rilis dan dapat dinikmati oleh masyarakat."Bisa, yok!" katanya menyemangi diri sendiri.Dengan percaya diri, Karina keluar dari toilet. Matanya berkeliling, memastikan persiapan untuk pembuatan teaser acaranya berjalan dengan baik. Mulai dari backdrop, kamera, pencahayaan dan semua perintilan kecil ia pastikan sudah siap."Dokter, ini script untuk teaser, kalau mau ada ad-lib at






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.