“Kamar 1208, right?”Jawaban jujur dari mulut bartender itu bergaung hebat di dalam kepala Killian, membentur logikanya hingga hancur tak berbekas."Kamar 1208... Irina... Apa benar dia yang bersamaku selama ini?"Tanpa perlu Irina menjawab langsung konfrontasinya di depan pintu tadi, deretan fakta malam ini secara telak memberikan jawaban atas segala kebingungan yang mengusik pikirannya. Bahkan, fakta ini menelanjangi perasaan aneh yang selama ini selalu coba ia abaikan—bahwa desiran, kehangatan, dan aroma vanilla yang mengejarnya sejak malam panas itu bukanlah milik Irish, melainkan milik wanita di kamar 1208.“Brengsek!” maki Killian rendah dalam hati, mengepalkan jemarinya hingga gelas kristal di tangannya berderit kencang.Emosi membakar dadanya. Penyesalan, amarah, dan rasa bersalah bercampur aduk menjadi satu gumpalan pekat yang menyesakkan paru-paru."Apa yang sudah aku lakukan selama ini? Dan... aku melakukannya dengan Irina, bukan Irish? Shit! Sebenarnya sejak kapan se
Última actualización : 2026-09-21 Leer más