"Kamu ikut aku saja, Irina. Gak usah bawa mobil sendiri-sendiri," ujar Kane begitu mereka berempat melangkah keluar dari pintu butik.Irina mengangguk santai. "Uhm, boleh deh.""Daripada dua mobil, lebih baik kita pergi bersama saja," sela Killian cepat dari belakang, melangkah maju memangkas jarak. "Gimana, Sayang, menurut kamu?" Pria itu menoleh ke arah Irish, meminta dukungan kekasihnya.Irish tersenyum dan mengangguk setuju. "Ide yang bagus, Sayang.""Sayangnya, aku gak mau mengganggu dua orang yang lagi kasmaran, Sis!" sahut Irina cepat sambil memutar bola matanya malas."Aku setuju sama Irina. Lebih baik kita pergi dengan pasangan masing-masing," sambung Kane menggodai Irina, melirik tipis dengan senyum khasnya.Irish tertawa kecil mendengar interaksi mereka. "Ya sudah kalau gitu.""Tapi ..." Killian menahan langkahnya, memotong pembicaraan."Tapi kenapa, Sayang?" tanya Irish bingung menatap wajah tegang Killian.Killian terdiam sejenak, menelan saliva yang terasa pahi
Última actualización : 2026-10-05 Leer más