LilaHari pernikahan itu berlalu dalam kabut bahagia yang indah, penuh gaun-gaun cantik, mahkota bunga, dan banyak sekali sampanye. Aku tersenyum dan memeluk semua orang, tapi pikiranku hanya tertuju pada Marcus. Paman tiriku. Pria yang bercinta denganku begitu luar biasa di pantai semalam. Setiap kali aku melihatnya di seberang kerumunan, mengenakan kemeja rapi, tubuhku langsung basah lagi. Aku merasa bersalah karena ini adalah hari spesial sepupuku, tapi justru rasa terlarang itu membuatku semakin menginginkannya.Pesta resepsi besar dimulai di paviliun terbuka di tepi laguna. Musik mengalun keras, orang-orang tertawa dan saling bersulang, sementara pengantin pria dan wanita menari di tengah. Lampu-lampu berkelap-kelip di mana-mana seperti sihir. Saat itulah api yang sebenarnya mulai menyala di dalam diriku.Aku menangkap tatapan Marcus dari seberang ruangan. Dia memberiku pandangan yang berbahaya itu. Jantungku berdegup kencang.“Kita tidak boleh,” pikirku. “Ada yang akan melihat.”
Dernière mise à jour : 2026-07-15 Read More