Melihat anak kecil itu, wajah Ando dipenuhi senyum penuh kasih. Dia terus menghibur dan mengajak Azra bermain.Anehnya, Azra seolah hanya membenci Darius. Begitu melihatnya, bibir mungilnya langsung mengerucut lalu dia menangis sekeras-kerasnya.Dalam sehari, Azra bisa menangis beberapa kali.Kirana merasa kesal. Di dalam hati, dia sudah mulai merencanakan untuk meninggalkan tempat itu."Rindra, karena mereka suka sekali sama tempat ini, biarkan saja mereka memilikinya. Mulai sekarang, kita bertiga akan berkelana menikmati gunung dan sungai, berhenti di mana pun kita suka.""Baik, semuanya terserah kamu."Rindra memang tidak pernah memedulikan di mana dia tinggal.Baginya, semua tempat sama saja. Hanya tempat yang ada Kirana di dalamnya yang berbeda. Selama ada Kirana, di situlah rumahnya.Rindra bergerak sangat cepat. Tak lama kemudian, semua barang yang perlu dibawa sudah dibereskan, siap untuk berangkat kapan saja.Namun, baru saja keluarga kecil mereka tiba di tempat persinggahan b
Read more