ログインBaru tiga tahun masuk ke istana, Kirana sudah ditiduri oleh kaisar yang dikenal dingin dan menahan nafsu itu sebanyak 999 kali. Setelah sekali lagi melayani sang kaisar, dia menghindari pria yang masih tidur di sampingnya itu dengan hati-hati. Dengan tubuh penuh bekas ciuman, dia turun dari ranjang dan meniup peluit pelan. Tak lama kemudian, sesosok bayangan hitam muncul tanpa suara di depan jendela. "Sudah diputuskan?" Suara Rindra bahkan lebih dingin daripada malam. Kirana merapatkan pakaian tidurnya yang tipis. Suaranya begitu lirih hingga nyaris tak terdengar. "Sudah. Keinginanku adalah ... meninggalkan istana." Suara Rindra tetap datar. "Namamu sudah tercatat di daftar istana. Keluar dari sini bukan perkara mudah, kecuali ... berpura-pura mati dan berganti identitas." "Nggak masalah." Kirana mengangguk. Mau itu berpura-pura mati ataupun berganti identitas, selama dia bisa meninggalkan istana ini, apa pun sanggup ditanggungnya. "Lima belas hari lagi, aku akan menjemputmu." Setelah berkata begitu, sosok hitam itu lenyap ke dalam kegelapan malam, seolah tak pernah ada. Kirana menatap bulan sabit yang menggantung di ufuk, lalu mengembuskan napas panjang. Akhirnya, semua ini akan berakhir. Sejak awal dia memang bukan orang yang seharusnya hidup di dalam istana. Masuk ke sini hanyalah sebuah kecelakaan.
もっと見るSetelah menempatkan orang-orang untuk terus mengawasi Kirana, Darius kembali ke istana untuk mengurus urusan pemerintahan. Ke mana pun Kirana pergi, Darius selalu mengikuti mereka dari kejauhan setiap kali selesai menangani urusan negara.Asalkan Kirana tidak menyadarinya, itu sudah cukup.Rindra menggenggam tangan Kirana. Hatinya dipenuhi kekesalan, tetapi dia tidak berdaya.Meskipun dia adalah pembunuh nomor satu, tetap saja dia tidak mampu menghadapi begitu banyak prajurit dan pengawal rahasia milik Darius yang seolah tak ada habisnya.Terlebih lagi, jika dia membunuh terlalu banyak orang yang tidak bersalah dan Kirana mengetahuinya, Kirana pasti akan marah.Rindra tidak ingin membuat Kirana marah.Karena itu, Rindra hanya bisa berpura-pura tidak melihat apa pun. Dia berharap bisa selalu berada di sisi Kirana setiap saat dan tidak pernah berpisah selangkah pun.Lima tahun berlalu dalam sekejap.Azra telah tumbuh menjadi seorang remaja yang dewasa dan pengertian.Pada hari pesta ulan
Melihat anak kecil itu, wajah Ando dipenuhi senyum penuh kasih. Dia terus menghibur dan mengajak Azra bermain.Anehnya, Azra seolah hanya membenci Darius. Begitu melihatnya, bibir mungilnya langsung mengerucut lalu dia menangis sekeras-kerasnya.Dalam sehari, Azra bisa menangis beberapa kali.Kirana merasa kesal. Di dalam hati, dia sudah mulai merencanakan untuk meninggalkan tempat itu."Rindra, karena mereka suka sekali sama tempat ini, biarkan saja mereka memilikinya. Mulai sekarang, kita bertiga akan berkelana menikmati gunung dan sungai, berhenti di mana pun kita suka.""Baik, semuanya terserah kamu."Rindra memang tidak pernah memedulikan di mana dia tinggal.Baginya, semua tempat sama saja. Hanya tempat yang ada Kirana di dalamnya yang berbeda. Selama ada Kirana, di situlah rumahnya.Rindra bergerak sangat cepat. Tak lama kemudian, semua barang yang perlu dibawa sudah dibereskan, siap untuk berangkat kapan saja.Namun, baru saja keluarga kecil mereka tiba di tempat persinggahan b
Sebelum Darius sempat menyelesaikan ucapannya, wajah Rindra sudah tampak muram. Dengan keras dia memukul wajah Darius.Gerakannya lincah dan gesit. Meskipun Darius terlatih dengan baik dan pernah bertempur di medan perang, tetap saja dia tidak sebanding dengan pembunuh nomor satu yang telah bertahan hidup dari lautan mayat.Setiap pukulan Rindra menghantam tubuh lawan dengan telak. Semua serangannya mengincar titik-titik vital Darius, seolah ingin membunuhnya di tempat.Seorang pembunuh memang tidak pernah peduli apakah cara yang digunakan terhormat atau tidak. Senjata rahasia dan serangan diam-diam adalah keahlian yang sudah biasa digunakannya.Namun, Darius tetaplah seorang kaisar.Dalam sekejap, puluhan pengawal rahasia bermunculan dari berbagai sudut. Mereka bergantian menyerang Rindra, menangkis setiap gerakannya, sambil melindungi Darius.Beberapa jarum perak beracun memelesat ke arah Darius, tetapi seorang pengawal rahasia langsung mengorbankan nyawanya untuk mengadangnya. Melih
Setelah membereskan semua urusan di rumah makan, mereka menutup usaha lebih awal dan pulang ke rumah.Namun, di halaman kecil yang dipenuhi kelopak bunga yang berguguran, berdiri seorang pria dengan penampilan tampan dan berwibawa. Ekspresinya dingin, sementara di pelukannya ada seorang anak kecil yang menangis sejadi-jadinya. Cara pria itu menggendong anak itu sangat canggung hingga tampak agak menggelikan.Anak kecil itu berwajah tampan dan menggemaskan, tetapi tangisnya tak kunjung berhenti.Begitu melihat Darius, tubuh Kirana langsung terasa dingin dari kepala hingga ujung kaki. Wajahnya seketika pucat pasi dan tubuhnya gemetaran'Kenapa dia bisa muncul di sini? Bahkan sedang menggendong Azra!'Rasa takut memenuhi hatinya. Dia ingin sekali memeluk putranya lalu segera melarikan diri."Nayla, kamu nggak apa-apa?" Rindra tetap terlihat tenang. Dia memegang Kirana dengan lembut untuk menenangkannya, lalu menggandeng Kirana masuk ke halaman seolah tidak terjadi apa-apa."Tuan, bisa ngg






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
レビューもっと