"Salam hormat, Kek. Terima kasih sudah menerima saya di keluarga ini,” lanjut Alana, sembari mempertahankan sikap hormatnya. Dia bahkan berusaha tak peduli dengan dua orang wanita yang menatapnya tajam. Kakek Pradipta mengangguk kecil. Dia terlihat menyukai nada bicara lembut wanita ini, yang terdengar penuh percaya diri, tanpa keraguan. “Bagus, jawaban yang bagus,” ucapnya menyatakan pujian tulus. Anggota keluarga yang mendengarnya pun tercengang. Tak biasanya Si Kakek memuji seseorang. Apa lagi ini orang yang baru dia kenal. Axel terlihat menyimpulkan senyuman tipis. Dia menoleh ke arah Alana sejenak, dan mengangkat salah satu alisnya, seolah merasa bangga bahwa dirinya tak salah pilih orang. Alana sedikit bergidik. Baru kali ini dia melihat Axel yang seperti itu. Biasanya, pria ini terlihat dingin, bahkan tanpa ekspresi. Tak lama, Kakek Pradipta menoleh ke arah Axel. “Axel, ikut Kakek. Bawa pendampingmu juga,” ucapnya pria tua ini, sambil membalikkan badan, berjalan melewati
Last Updated : 2026-07-29 Read more