Andre menyilangkan kedua kaki Airin, lalu menekuknya hingga menyentuh dada gadis itu. Posisi demikian membuat pinggul sedikit naik, si Joni bebas masuk dan melesak lebih leluasa.Lelaki itu meremas bokong Airin sambil melesakkan si Joni lebih dalam, lalu sedikit mengangkatnya. “Aaah!” pekik Airin tertahan.“Enak?” tanya Andre.“Mmm, enak banget. Bakal nganenin, aaaah,” jawab Airin.Andre mempercepat gerakan pinggulnya, tumbukan di dalam semakin kuat. Jeritan kecil dan teriakan Airin meminta amoun di bawah tubuhnya tidak dia pedulikan, malah semakin mempercepat, semakin cepat … sangat cepat.“Ooooh, ampun, Maaas. Aku ga kuat lagi, gede banget, perih. Aaaah, udah … ampun, Maaas,” rintih Airin lalu menggigit bibirnya.“Perih tapi enak, kan?” balas Andre.Andre merasa batangnya berdenyut, bersiap untuk mencapai puncak. Gerakan semakin liar, semakin cepat sambil memejamkan matanya. Lelaki itu menarik si Joni dari dalam kawah tepat saat akan memuntahkan cairan kental tersebut, perut Airin
Última actualización : 2026-07-24 Leer más