Suara roda-roda baja bergesekan memenuhi lorong sempit.Grrrkk...Pintu bundar perlahan bergeser, memperlihatkan celah gelap yang dipenuhi embusan udara dingin dari dalam. Aroma antiseptik yang tajam langsung menyergap penciuman Clarissa, bercampur dengan bau logam dan sesuatu yang telah lama terkurung.Tak seorang pun bergerak.Moncong senjata Gavin dan dua anggota tim lainnya telah terangkat, mengarah tepat ke celah pintu yang semakin lebar.Adrian berdiri setengah langkah di depan Clarissa, menjadi tameng tanpa perlu diminta. Satu tangannya menggenggam pistol, sementara tangan satunya sedikit terbuka ke samping, seolah memberi isyarat agar Clarissa tetap berada di belakangnya."Jangan terlalu dekat," ucapnya tanpa menoleh.Clarissa ingin membantah, tetapi urung. Dari nada suara Adrian, ia tahu pria itu sedang benar-benar waspada.Begitu pintu terbuka sekitar satu meter, suasana kembali sunyi. Tidak ada seorang pun keluar.Hanya lorong panjang yang diterangi lampu putih redup."Loro
Última atualização : 2026-08-12 Ler mais