Selina bertanya-tanya, apa Kaivan berniat membuat Selina dibunuh oleh Sera?Selina mengisyaratkan pada Kaivan untuk duduk di dekat Sera, supaya setidaknya gadis itu tidak terlalu salah paham.Namun, Kaivan sama sekali tidak bergeming. Setelah membuang tisunya ke tempat sampah, Kaivan kembali duduk di sisi ranjangnya.“Oh ya, aku denger orang tua kalian lagi bulan madu,” kata Sera tiba-tiba.Kaivan mengangguk pelan dan menatap Sera dengan datar. “Semua orang juga tau.”“Iya, maksud aku, kalau ibunya Selina lagi gak di sini—jadi, tadi malam Selina?”Selina menatap Kaivan dengan was-was. Berharap Kaivan berbohong, tapi Selina malah mendengar Kaivan menjawab. “Aku.”“Kamu jagain Selina di sini?” tanya Sera.“Kalau bukan aku siapa lagi, kamu?”Sera terdiam sejenak, tampak mencerna kalimat Kaivan yang bernada sarkas sebelum akhirnya tertawa kaku untuk mencairkan suasana.“Kamu ternyata bisa jadi ‘kakak’ yang baik.”“Makasih pujiaanya, Sera,” tanggap Kaivan sambil tersenyum tipis.Selina mer
Last Updated : 2026-09-18 Read more