Dalam perjalanan pulang, di mobil yang sedang melaju, Selina mengungkapkan kekesalannya. “Bisa gak usah kurang ajar?!” teriak Selina pada Kaivan yang sedang menyetir di sebelahnya. Kaivan mendengus geli, melirik Selina dari samping lalu sudut bibirnya terangkat. “Kurang ajar apa? Karena bilang adik manis?” “Bukan itu!” Selina menatapnya tajam. Tapi, Kaivan hanya menoleh sekilas dan mengejeknya dengan tawa hambar. “Tadi di bawah meja, apa maksudnya?!” Kaivan mengernyit, entah bingung atau hanya pura-pura bodoh. “Aku bantu kamu ambil garpu yang jatuh, apanya yang kurang ajar?” Selina muak dengan akting polos kakak tirinya ini. “Kamu sengaja ‘kan pake garpu itu untuk ngelus kaki aku?!” sentak Selina dengan napas memburu. Kaivan tidak langsung menjawab, tetapi jemarinya mengetuk-ketuk kemudi sambil tersenyum miring. “Enggak.” “Enggak, apanya? Kamu sengaja! Dasar cowok mesum!” teriak Selina. Kaivan tetap tenang, tapi senyum miring yang menyebalkannya masih ada. “Waktu kecil I
Terakhir Diperbarui : 2026-07-19 Baca selengkapnya