Kaivan akan menciumnya?"Tolong jangan bikin masalah lagi, atau kamu akan dapat hukuman," bisik Kaivan tepat di depan bibir Selina, suaranya pelan namun amat menekan.Selina menahan napas. Jantungnya berdegup begitu keras hingga rasanya mau melompat keluar dari rongga dadanya. Namun, tepat sebelum bibir pria itu menyenggol miliknya, Kaivan mendadak memundurkan tubuhnya secara drastis.Pria itu menyandarkan kepala pada headrest, menghembuskan napas berat seraya memejamkan mata sejenak, seolah sedang mengontrol emosinya yang sempat memuncak. "Kamu gila?" pekik Selina pelan. Pria itu tidak menjawab, hanya menyalakan mesin mobil SUV-nya dan membuat suara derum mesinnya memecah keheningan kabin.Tanpa menoleh sedikit pun ke arah Selina, Kaivan memutar kemudi dan menginjak gas, membawa mobil meluncur keluar parkiran.*** Malam hari, di Mansion Valerius yang terasa dingin. Selina duduk di tepi ranjangnya yang luas, memeluk kedua lutut dan menatap kosong ke arah jendela kamar.Pikiran Selin
Last Updated : 2026-08-15 Read more