Ryan menatap Darma yang masih berdiri dengan wajah murung."Kau memang sudah melewatkan kesempatan untuk mengejar mereka karena rasa takutmu sendiri. Tapi bukan berarti seumur hidup kau tidak akan mendapatkan kesempatan lagi."Darma perlahan mengangkat kepala.Ryan melanjutkan dengan tenang, "Tidak ada yang tahu keberuntungan seperti apa yang menunggumu di masa depan. Mungkin besok, mungkin beberapa tahun lagi. Tapi ada satu hal yang pasti."Ia menatap Darma tepat di matanya."Kalau kau menyerah sekarang, sekalipun kesempatan sebesar apa pun datang nantinya, kau tidak akan mampu meraihnya."Darma terdiam."Jadi, sebelum menemukan kesempatanmu sendiri, teruslah mengejar mereka. Kalau perlu, berlarilah mati-matian seperti anjing liar!"Ryan menunjuk Bagas dan Deni yang masih melayang di tengah Pertanda Langit dan Bumi."Mereka mungkin lebih berbakat. Mereka mungkin melangkah lebih cepat. Lalu kenapa?"Ia tersenyum tipis."Kalau terjatuh, bangkit lagi. Kalau terluka, obati lukamu dan lan
Dernière mise à jour : 2026-11-08 Read More