Thalia terbangun dengan tubuh yang terasa jauh lebih segar, meski pipinya masih menyisakan bekas lebam tipis. Saya menoleh, ia melihat Zacky sudah bersiap dengan kemeja putih formalnya yang rapi, sedang memasang kancing lengan kemejanya. “Zacky, kamu sudah bangun?!” Thalia bersandar di kepala ranjang memperhatikan pria itu. "Pagi, Thalia. Gimana kondisimu? Udah baikan?" sapa Zacky tenang dengan nada penuh perhatian, membuat pipi Thalia merona. "Udah lebih baik. Kamu udah rapi, mau berangkat kerja sepagi ini?!" Thalia memperhatikan Zacky yang berjalan ke arahnya. Pria itu duduk tepat di samping, menghadapnya, tanpa aba-aba mendaratkan kecupan singkat di bibir merah gadis itu. "Mandi dan bersiaplah. Hari ini kita ke kantor bersama." "Eh? Ke kantor?! Tapi pipi aku kan masih ada bekas lebamnya, Zacky.. Aku malu" keluh Thalia polos seraya memegangi pipinya. "Tidak ada alasan. Hari ini ada hal penting yang harus aku umumkan di depan seluruh karyawan," tegas Zacky santai, membe
Última actualización : 2026-08-14 Leer más