بيت / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 91 Aku Belum Siap

مشاركة

Bab 91 Aku Belum Siap

مؤلف: Cynta
last update تاريخ النشر: 2026-08-14 10:18:17

Thalia terbangun dengan tubuh yang terasa jauh lebih segar, meski pipinya masih menyisakan bekas lebam tipis.

Saya menoleh, ia melihat Zacky sudah bersiap dengan kemeja putih formalnya yang rapi, sedang memasang kancing lengan kemejanya.

“Zacky, kamu sudah bangun?!” Thalia bersandar di kepala ranjang memperhatikan pria itu.

​"Pagi, Thalia. Gimana kondisimu? Udah baikan?" sapa Zacky tenang dengan nada penuh perhatian, membuat pipi Thalia merona.

​"Udah lebih baik. Kamu udah rapi, mau berang
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 137 Mengukur Langsung di Ruangan

    ​"Besok malam... Kamu beneran bakal jawab semuanya, kan, Zacky?" cicit Thalia pelan. ​Matanya yang bening menatap dalam ke arah Zacky yang masih merengkuh bahunya di atas sofa. Rasa penasaran tentang sosok Sabrina, wanita yang begitu percaya diri memeluk pinggang Zacky di depan Joshua dan Tamara seakan menjadi duri tajam yang menusuk hatinya secara perlahan. ​Zacky memperhatikan tatapan Thalia secara intens, menyapu poni halus yang menutupi dahi gadis itu. Tatapan mata hitam kelamnya begitu tenang, kontras dengan gejolak emosi Thalia. ​"Iya, Thalia. Aku janji. Besok malam kamu akan tahu semuanya," ujar Zacky dengan nada bass-nya yang berat dan penuh janji. "Sekarang, selesaikan makan siangmu dulu. Makanan ini dipesan untuk dimakan, bukan dipandangi sambil melamun." ​Thalia menundukkan kepala, menghela napas pasrah. Ia meremas kain rok kerjanya sebentar sebelum akhirnya kembali meraih mangkuk

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 136 Menunggu Jawaban

    Thalia memperhatikan Zacky yang masih terdiam, belum menanggapi pertanyaannya. Ia pun kembali melayangkan pertanyaan yang selama. Ini mengganjal pikirannya. "Kenapa... Kenapa Sabrina bisa begitu dekat dengan Tante Tamara dan Pak Joshua? Kenapa dia begitu percaya diri memeluk pinggangmu di depan semua orang?" ​Zacky menghela napas panjang. Wajah tampannya mendadak mengeras, kilatan emosi dingin terpancar dari matanya sewaktu mendengar nama Sabrina disebut kembali. ​"Thalia dengarkan aku, hubunganku dengan Sabrina gak seperti yang kamu duga!" jawab Zacky dengan nada suara yang datar dan terkesan muak. "Kamu akan tahu besok.." lanjut Zacky dengan nada sedikit ragu. ​"Tapi... Tapi Sabrina itu kelihatan sangat mencintai kamu, Zacky," cicit Thalia dengan tatapan mata yang terluka. "Tadi di telepon... Suaranya begitu manja saat menyuruhku menyampaikan pesan padamu.." ​Mendengar hal

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 135 Perhatian Penuh

    Thalia nyaris tidak percaya kalau Zacky sudah memesan makan siang untuk mereka berdua dengan menu kesukaannya. “Zacky sebenarnya gak perlu kayak gitu..” cicit Thalia. ​Tok! Tok! ​Belum sempat Zacky menjawab, pintu ruangan diketuk pelan, tak lama pintu terbuka pelan, sebelumnya Zacky telah membuka kunci otomatis pintu itu. Ivan melangkah masuk dengan di ikuti pelayan yang membawa sebuah troli makanan kecil yang ditutupi tudung saji stainless steel. ​"Permisi, Pak Zacky, Nona Thalia. Ini pesanan makan siang Anda berdua," sapa Ivan profesional, mempertahankan wajah datarnya agar Thalia tidak merasa canggung. Pelayan perwakilan restoran menata beberapa piring hidangan di atas meja di hadapan Thalia dan Zacky. Begitu tudung saji dibuka, aroma harum hidangan tumis ayam mete, sup iga bening yang gurih, serta capcay seafood segar langsung mem

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 134 Ajakan Zacky

    “Tapi Pak Zacky.. Mmpphhh..!” protes Thalia terkunci ciuman Zacky. ​Zacky membungkuk lebih dalam, melumat lembut bibir ranum Thalia yang gemetaran, menyalurkan seluruh rasa cinta, posesif, dan janji perlindungan yang mendalam. ​Thalia memejamkan matanya rapat-rapat, jemarinya terulur meremas bahu lebar Zacky, pasrah dan larut dalam sentuhan pria itu meskipun jurang takdir di depan mereka masih dipenuhi misteri. "Z-Zacky... Nanti ada orang yang masuk..." bisik Thalia terbata-bata dengan napas memburu begitu Zacky perlahan melepaskan tautan bibirnya. ​Ibu jari tegap Zacky terulur mengusap lembut bibir ranum Thalia yang tampak sedikit bengkak dan basah. Tatapan matanya begitu hangat, menyapu setiap sudut wajah Thalia yang masih merona dengan sisa-sisa jejak air mata. ​"Tidak ada yang berani masuk tanpa izin dariku, Thalia," sahut Zacky dengan suara bass yang berat dan tenang. "Apalagi saat pint

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 133 Dalam Dekapan Zacky

    Thalia memaksa dirinya bangkit, membasuh wajahnya di kamar mandi sebelum akhirnya kembali duduk di kursi kerjanya untuk melanjutkan memeriksa laporan, mencoba mengabaikan rasa sakit yang membakar jiwanya. ​Bip... Cklek! ​Pintu sensor otomatis ruangan CEO mendadak terbuka lebar. ​Langkah kaki tegap yang sangat cepat dan terburu-buru bergema di atas lantai marmer. Sosok tegap Zacky melangkah masuk dengan jas yang sudah dilepas, lengan kemeja putihnya digulung hingga ke siku, dan dasinya tampak sedikit longgar. ​Wajah tampan pria itu dipenuhi rasa cemas dan amarah yang belum padam. Manik mata hitamnya yang tajam langsung menyapu ke sudut kiri ruangan, terkunci penuh pada sosok Thalia yang duduk kaku di depan laptopnya. ​"Thalia!" panggil Zacky dengan suara bass-nya yang berat dan terengah-engah. ​Tanpa membuang waktu satu detik pun, Zacky melangkah lebar mengikis ja

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 132 Mencoba Menguatkan Hati

    “Apa maksudnya, Pak Ivan?” tanya Thalia penasaran mendengar kata-kata Ican yang terakhir. “Ehm.. Itu, nanti anda juga akan tahu nona Thalia.. Suatu saat Pak Zacky akan memberitahu anda..” ucap Ivan, ia sepertinya keceplosan mengungkapkan sesuatu pada Thalia. ​"Baiklah.. Terima kasih banyak, Pak Ivan..." bisik Thalia tulus. "Terima kasih sudah selalu membantu masalah saya.." ​"Sudah menjadi tugas saya, Nona Thalia. Kalau begitu saya permisi kembali ke ruangan saya," pamit Ivan membungkuk hormat sebelum melangkah keluar dari ruangan. Setelah Ivan kembali ke ruangannya, suasana didalam ruangan terasa hening. Thalia mencoba fokus pada tumpukan berkas dokumen, memeriksa laporan keuangan bulanan di layar komputer. Namun, baru saja jari tangannya menyentuh keyboard, suara dering telepon kabel di atas meja kerja Zacky mendadak berbunyi nyaring ​Tiiit! Tiiit!

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status