Beranda / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 92 Bayangan Cemburu

Share

Bab 92 Bayangan Cemburu

Penulis: Cynta
last update Tanggal publikasi: 2026-08-14 10:18:21

​"Zacky... Aku sudah selesai mandi, akan bersiap secepatnya," cicit Thalia pelan sambil membuka pintu kamar mandi yang tidak tertutup rapat.

​Gadis itu melangkah keluar dengan piyama handuk merah muda yang membungkus tubuh mungilnya.

Rambut hitamnya terlihat masih basah, terurai pasrah di atas bahu, meneteskan sisa air yang berkilauan di bawah sorotan lampu kamar.

​Namun, langkah kaki Thalia seketika terhenti kaku di dekat pintu. Pandangannya tertuju pada sosok Zacky yang berdiri membelakan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 398 Kedamaian di Atas Ranjang

    Thalia tersentak kaget saat menoleh ke belakang, tangan Zacky melingkar di pinggang menarik tubuh Thalia hingga merapat pada dada bidangnya. ​"Zacky... kamu mengagetkanku," goda Thalia, menyandarkan kepalanya ke dada suaminya.​"Aku sudah bilang, aku tidak suka kamu berada jauh dari jangkauanku, Thalia," geram Zacky rendah di telinga wanita itu.​"Aku hanya berjarak dua langkah darimu, Zacky," balas Thalia sambil terkekeh pelan. "Kamu benar-benar pria yang sangat posesif."​"Hanya pada apa yang menjadi milikku," desis Zacky. Pria itu memutar tubuh Thalia agar menghadapnya. "Dan kamu adalah milikku yang paling berharga, Thalia."​Zacky menunduk, mendaratkan ciuman yang sangat dalam dan memabukkan di bibir istrinya di tengah-tengah taman bunga itu. Angin musim gugur yang sejuk bertiup pelan, membawa guguran kelopak bunga berjatuhan di sekitar mereka, menciptakan momen romantis yang sangat sempurna.​Thalia membalas lumat

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 397 Kehangatan di Balkon Kamar

    ​"Kamu jangan nakal, Zacky. Ingat kata dokter, aku gak boleh terlalu lelah beberapa hari kedepan,” u ap Thalia sambil memukul pelan dada udang Zacky. Pria itu terkekeh pelan. “Aku hanya bercanda, Thalia. Aku gk sebuas itu sampai tega menerkammu yang sedang lemas begini, bisa-bisa mama datang saat ini juga. Jadi apa ada yang kamu inginkan, sayang?” “Aku ingin makan sesuatu yang hangat, Zacky. Tapi tolong, jangan ada makanan laut lagi. Memikirkannya saja membuat perutku kembali tidak enak,” cicit Thalia sambil mengerucutkan bibirnya manja. ​"Tentu saja. Aku sudah memerintahkan chef untuk membagikan semua stok makanan laut dari dapur resort ini ke semua pelayan. Dan berpesan tidak lagi memasak hidangan laut selama kita di sini," pangkas Zacky kaku. ​"Zacky! Kamu membagikan semuanya?" Thalia mendongak, menatap suaminya dengan mata terbelalak. ​"Ya, Thalia. Aku tahu kamu gak suka membuang makanan jadi aku minta m

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 396 Keputusan Thalia

    ​"Aku ingin tetap di sini, Zacky," ucap Thalia yakin, mengulurkan kedua tangannya melingkari leher tegap pria yang kini berlutut di hadapannya. ​Senyuman manis yang penuh keberanian merekah di bibir Thalia. Tidak ada lagi keraguan atau getaran ketakutan di matanya. Thalia menatap dalam manik mata hitam pekat milik Zacky, memberikan tatapan menantang yang membuat dada pria dominan itu bergemuruh hebat. ​"Kita sudah merencanakan bulan madu ini sejak jauh-jauh hari, Zacky. Aku tidak ingin membiarkan kepanikan Mama merusak waktu kita berdua. Aku ingin menghabiskan sisa minggu ini bersamamu di Itala, persis seperti rencana awal kita," ucap Thalia. Jari tangannya mulai menyusup ke sela-sela rambut tebal suaminya, memberikan usapan lembut yang sangat memabukkan. ​Mendengar keputusan dari bibir istrinya, rahang Zacky yang tadinya sempat menegang seketika mengendur. Sorot matanya yang selalu memancar

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 395 Kemarahan Tamara

    Thalia menoleh ke arah Zacky saya melihat wajah Tamara sebelum mertuanya itu me ​[Zacky Farelio Alvarez! Akhirnya kamu ingat kalau kamu punya seorang ibu!] semprot Tamara dari seberang panggilan, suaranya sedikit meninggi. [Mama hampir menyuruh tim Alpha menyisir seluruh benua Eropa karena kamu membawa lari pengantinmu dari pesta dan mematikan semua pelacak!] ​[Ma, kecilkan suaramu. Kamu bisa membuat istriku terkejut,] balas Zacky datar dan sangat kaku, sama sekali tidak merasa bersalah. Ia menggeser posisi ponselnya hingga wajah Thalia yang sedang tersenyum canggung ikut masuk ke dalam bingkai kamera. ​[S-Selamat pagi, Mama,] sapa Thalia dengan suara lembut, melambaikan tangan kecilnya. [Maafkan kami membuat Mama khawatir.] ​Melihat wajah menantunya yang cantik dan berseri-seri, raut wajah Tamara seketika berubah melembut seratus delapan puluh derajat. ​[Oh, sel

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 394 Pelukan Hangat

    l​"Z-Zacky... udaranya dingin..." cicit Thalia, tubuhnya menggelinjang halus merasakan udara malam Danau Comoro menyapu kulit perutnya. ​"Aku akan menghangatkannya," bisik Zacky sensual. ​Zacky menempelkan bibir hangatnya tepat di tengah-tengah perut Thalia. Ia memberikan kecupan basah yang panjang, lalu mengusapkan ujung hidungnya di sana dengan gerakan penuh pemujaan. Napas hangat Zacky berhembus teratur, membuat bulu kuduk Thalia meremang hebat. ​"Halo, jagoan... atau bidadari kecil papa," bisik Zacky tepat di depan perut istrinya, suaranya terdengar sangat parau dan menggetarkan hati. "Tumbuhlah dengan sehat di dalam sana. Papa sudah menyiapkan seluruh dunia ini untukmu. Papa mencintaimu dan mamamu lebih dari nyawa papa sendiri." ​"Aah... Zacky... geli..." Thalia mendesah pelan, jari tangannya meremas rambut tebal suaminya. Sensasi

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 393 Hamil?!

    ​"H-Hamil...?" cicit Thalia terbata-bata, suaranya nyaris terdengar seperti hembusan angin. Tangannya perlahan terulur, menumpuk di atas punggung tangan Zacky yang masih bertengger di perutnya. "Di dalam perutku... ada bayi kita?" ​"Iya, Sayang. Buah hati kita," pangkas Zacky mutlak. ​Pria itu membenamkan wajahnya di perut datar Thalia. Ia menciumi perut istrinya dari balik balutan gaun tidur tipis, memberikan kecupan-kecupan panjang yang diiringi isakan tertahan. Pertahanannya sebagai pria dingin dan tanpa belas kasih melebur malam itu, digantikan oleh naluri seorang ayah dan suami yang jiwanya baru saja diselamatkan oleh wanita yang sangat dicintainya. ​Air mata Thalia akhirnya tumpah dengan deras. Ia menunduk, memeluk kepala Zacky yang masih bersandar di perutnya, mengusap rambut tebal suaminya dengan penuh kasih sayang. Isak tangis bahagia meledak dari bibir Thalia, menghancurkan seluruh

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status