Atmosfer di dalam restoran puncak hotel kian mencekam setelah aku menolak uluran tangan Clara secara halus. Clara, dengan topeng kebaikan palsunya, menarik kembali tangannya tanpa kehilangan senyuman anggunnya. Namun, sorot matanya yang sekejap menajam membuktikan bahwa harga diri wanita elite itu baru saja terluka parah di depan para sosialita kota."Kamu sangat percaya diri, Kinanti," ucap Clara, suaranya tetap terdengar begitu lembut, namun setiap katanya bagai belati yang dilapisi racun. Ia mengambil posisi duduk di kursi tepat di hadapanku. "Kontribusi dalam satu proyek memang mengagumkan. Tapi, dunia elite tidak hanya dinilai dari selembar kertas kontrak kerja sama. Nama baik, latar belakang keluarga, dan bagaimana publik memandangmu adalah segalanya. Seseorang yang datang dari lumpur masa lalu yang kelam seperti pernikahanmu dengan Rendra, akan selalu membawa bayang-bayang hitam bagi Mahendra Group."Nyonya Anggodo dan beberapa sosialita lain yang sempat kubuat bungkam tadi lan
Last Updated : 2026-08-17 Read more