MANTAN SUAMI KU YANG MERANGKAK MEMOHON AMPUN

MANTAN SUAMI KU YANG MERANGKAK MEMOHON AMPUN

last updateLast Updated : 2026-08-17
By:  Wina inaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel12goodnovel
Not enough ratings
37Chapters
131views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Aku menceraikanmu, Kinanti! Aku butuh istri yang berkelas, bukan wanita rumahan kucel yang hanya tahu bau bumbu dapur sepertimu!"Kata-kata tajam dari Rendra, pria yang kulayani dengan tulus dari nol, meremukkan seluruh harga diriku. Di bawah guyuran hujan badai, aku diusir tanpa sepeser pun uang demi wanita karier modis pilihan mertuaku.Namun, roda kehidupan berputar cepat.Tuhan mempertemukanku dengan Tuan Arkan, konglomerat berdarah dingin sekaligus rival terbesar mantan suamiku. Di bawah bimbingannya, Kinanti yang kusam menjelma menjadi Nyonya Besar yang elegan dan berkuasa.Saat perusahaan Rendra hancur dan ia bersimpuh di kakiku sambil menangis darah memohon aku kembali, aku hanya tersenyum dingin dari lantai atas kantorku."Maaf, Rendra. Pintu masa laluku sudah tertutup rapat."

View More

Chapter 1

DIBUANG KE TITIK TERENDAH

"Aku menceraikanmu, Kinanti! Aku butuh istri yang berkelas, bukan perempuan kucel yang cuma tahu bau bumbu dapur kayak kamu!"

Selembar kertas putih tebal dilemparkan tepat ke wajahku. Ujung kertasnya sempat menggores pipiku, tapi rasa perih di kulit sama sekali tak ada apa-apanya dibanding rasa hancur di dalam dada.

Angin malam yang membawa rintik hujan badai berembus masuk lewat pintu rumah yang terbuka lebar, membuat ruangan terasa membeku.

Di depanku, Rendra—pria yang kunikahi selama tiga tahun dan kutemani perjuangannya dari titik nol—menatapku dengan tatapan penuh jijik.

"Rendra... apa salahku? Aku ngurus rumah ini tiap hari, aku merawat ibumu yang sakit tanpa pernah mengeluh..."

"Halah, nggak usah berlagak jadi korban!" Ibu mertuaku tiba-tiba muncul dari balik punggung Rendra, menggandeng mesra seorang wanita modis dengan gaun mahal.

"Menantu ideal itu yang seperti Sarah. Pintar cari uang, pergaulannya luas, dan jelas asal-usul keluarganya. Bukan seperti kamu yang cuma bisa habisin uang bulanan Rendra!"

Dadaku rasanya sesak luar biasa, sampai-sampai aku kesulitan untuk bernapas.

Sarah, wanita di samping mantan ibu mertuaku itu, tersenyum meremehkan. Tatapannya seolah menegaskan kalau dialah pemenang malam ini.

Tiga tahun lalu, saat Rendra cuma karyawan biasa yang sering kelaparan dan hampir dipecat, aku rela kerja paruh waktu di tiga tempat sekaligus demi menghidupinya. Aku korbankan masa depan, tabungan, dan kesehatanku biar Rendra bisa sukses meraih mimpinya.

Tapi sekarang, begitu dia naik jabatan jadi direktur muda yang sukses, aku dibuang begitu saja kayak sampah yang nggak berguna lagi.

"Aku nggak bakal menandatangani surat cerai ini begitu saja. Kita ke pengadilan!" tangisku pecah, mencoba mempertahankan sisa-sisa harga diri yang masih ada.

"Kamu nggak bisa ngusir aku tanpa sepeser pun uang gono-gini setelah semua yang kulakukan untuk keluarga ini!"

Bukannya merasa bersalah, Rendra justru menyeringai sinis. Rasa kemanusiaan di dalam dirinya seolah sudah hilang tanpa bekas.

Ia maju satu langkah, mencengkeram rahangku dengan sangat kasar sampai kepalaku terdorong ke belakang. Pria itu menunduk dan berbisik tepat di telingaku.

"Mau ke pengadilan? Silakan kalau kamu memang mau nekat, Kinanti. Tapi pastikan besok pagi ibumu nggak jantungan gara-gara video skandalmu ini tersebar di internet."

Dadaku bergemuruh hebat. "Video skandal apa?! Maksudmu apa, Rendra? Aku nggak pernah selingkuh sama siapa pun!"

Rendra terkekeh sinis, merasa sangat berada di atas angin melihat kepanikanku.

"Kamu pikir aku bodoh? Aku udah suruh orang merekam video waktu kamu lagi ngobrol sama pria asing di tepi jalan kemarin. Dari sudut pengambilan gambar yang pas, video itu kelihatan jelas kayak kamu lagi bermesraan sama pria lain."

Aku tersentak hebat. Darahku rasanya mendadak berhenti mengalir. Pria yang kumaksud hari itu hanyalah seorang penjual yang tak sengaja kutanya petunjuk jalan. Rendra benar-benar sudah merencanakan jebakan busuk ini sejak lama!

"Sekali aku tekan tombol kirim," lanjut Rendra dengan nada dingin membunuh, "bukan cuma nama baikmu yang hancur berkeping-keping, tapi ibumu yang sakit-sakitan di kampung pasti langsung jantungan kalau melihat video ini."

"Kamu... kamu benar-benar iblis, Rendra!" pekikku tertahan dengan air mata yang menetes deras membasahi jemari tangannya yang mencengkeram wajahku.

Rendra paham betul kalau ibuku adalah satu-satunya kelemahanku di dunia ini. Pria tak punya hati ini memakai kondisi kesehatan ibuku cuma buat membungkam pergerakanku.

"Tanda tangan sekarang, atau ibumu yang tanggung akibatnya besok pagi," ancam Rendra lagi sambil menyodorkan pulpen ke tanganku yang gemetar hebat.

Dengan tubuh menggigil dan dada yang hancur berkeping-keping, aku terpaksa menggoreskan tanda tangan di atas kertas jahanam itu.

Rendra merebut kertas itu dengan senyum puas dan tawa kemenangan.

Tanpa rasa kasihan sedikit pun, dia menarik lenganku, menyeretku keluar melewati pintu depan, lalu mendorong tubuhku sampai jatuh tersungkur di atas jalanan yang basah.

Gerbang besi rumah mewah itu langsung ditutup dan dikunci rapat dari dalam.

"Pergi kamu dari sini! Jangan pernah berani injakkan kaki kotor kamu di rumah saya lagi!" teriak Rendra keras dari balik pagar sebelum masuk kembali ke dalam rumah bersama selingkuhannya.

Hujan deras yang menggila langsung mengguyur seluruh tubuhku tanpa ampun.

Aku bersimpuh di atas aspal dingin, menangis sejadi-jadinya di tengah gemuruh badai malam yang makin kencang.

Pakaianku basah kuyup memeluk kulit yang kaku karena kedinginan. Kepalaku mulai terasa berat berputar, dan pandanganku kabur tertutup air hujan bercampur air mata.

Aku memaksakan diri untuk berdiri, melangkah terseok-seok menyusuri jalanan kota yang gelap dan sepi tanpa arah tujuan.

Aku nggak tahu harus melangkah ke mana lagi. Rumah yang kuabdi selama tiga tahun sudah terkunci rapat, tabunganku habis, dan aku nggak punya siapa-siapa lagi di kota besar ini untuk dimintai pertolongan.

Langkah kakiku makin lemah dan terhuyung-huyung saat berniat menyeberang jalan.

Tiba-tiba, cahaya lampu mobil yang sangat terang menyilaukan mata dari arah samping.

Suara decitan ban bergesekan kasar dengan aspal terdengar memecah keheningan malam. Sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam berhenti persis beberapa sentimeter di depan tubuhku.

Badanku sudah benar-benar tidak sanggup lagi menahan rasa lelah yang luar biasa. Lututku melemas, dan aku jatuh ambruk pasrah di atas aspal yang basah.

Lewat pandanganku yang samar dan makin mengabur, aku cuma sempat melihat pintu belakang mobil itu terbuka.

Sesosok pria bertubuh tinggi tegap melangkah turun memegang payung hitam, berjalan menghampiriku.

Sebelum aku sempat melihat wajah pria itu atau mendengar suaranya, pandanganku mendadak gelap gulita, dan aku pingsan sepenuhnya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
37 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status