LOGIN"Aku menceraikanmu, Kinanti! Aku butuh istri yang berkelas, bukan wanita rumahan kucel yang hanya tahu bau bumbu dapur sepertimu!"Kata-kata tajam dari Rendra, pria yang kulayani dengan tulus dari nol, meremukkan seluruh harga diriku. Di bawah guyuran hujan badai, aku diusir tanpa sepeser pun uang demi wanita karier modis pilihan mertuaku.Namun, roda kehidupan berputar cepat.Tuhan mempertemukanku dengan Tuan Arkan, konglomerat berdarah dingin sekaligus rival terbesar mantan suamiku. Di bawah bimbingannya, Kinanti yang kusam menjelma menjadi Nyonya Besar yang elegan dan berkuasa.Saat perusahaan Rendra hancur dan ia bersimpuh di kakiku sambil menangis darah memohon aku kembali, aku hanya tersenyum dingin dari lantai atas kantorku."Maaf, Rendra. Pintu masa laluku sudah tertutup rapat."
View MoreLangkah kakiku yang kembali menginjak lantai marmer lobi mansion utama malam itu terasa sedikit lebih berat setelah menerima laporan tentang lolosnya Clara ke luar negeri. Wanita White Lotus itu terbukti sangat licik dengan memotong seluruh draf tuduhan hukum kami menggunakan pengacara keluarganya sebelum kabur untuk melakukan operasi rekonstruksi wajah. Namun, alih-alih merasa terpuruk, kobaran api tantangan di dalam dadaku justru semakin menyala hebat.Kami melangkah beriringan menuju ruang kerja pribadi di lantai dua. Begitu pintu kayu jati ditutup rapat oleh Leo dari luar, keheningan yang intim mendadak mengepung kami berdua. Aku bergerak pelan, hendak meletakkan tas genggamku di atas meja, namun rasa pening yang mendadak menyerang kepalaku akibat lonjakan adrenalin sejak siang membuat tubuhku sedikit terhuyung ke samping.Sebelum tubuhku sempat menyentuh tepi meja yang tajam, sepasang lengan yang teramat kokoh dan hangat dengan sigap langsung menangkap pinggangku, menarik tubuh r
Sinar mentari pagi yang baru saja terbit menembus kabut tipis kota seolah tidak mampu mencairkan atmosfer ketegangan yang mendadak menyelimuti rute perjalanan menuju rumah sakit pusat. Setelah persekutuan busuk Clara dan orang-orang bayarannya bergerak di balik pekatnya kegelapan malam, aku sudah bisa merasakan ada riak bahaya tak kasat mata yang sedang mengintai setiap ayunan langkah kakiku.Aku duduk dengan tenang di dalam kabin mobil limosin mewah, merapikan kerah blazer merah marun yang melekat sempurna di tubuhku. Di sampingku, Arkan duduk dengan posisi tegap, sepasang mata elangnya menatap lurus ke arah jalanan raya melalui jendela kaca dengan sorot mata yang sedingin es. Aura dominasi dan wibawa protektifnya yang pekat selalu memberikan rasa aman yang mutlak di dalam dadaku."Ada dua buah mobil minibus hitam tanpa plat nomor resmi yang sejak tadi membuntuti kita dari jarak lima ratus meter di belakang, Tuan Arkan," lapor Leo yang duduk di kursi depan dengan nada suara rendah ya
Kemeriahan pesta dansa amal tahunan keluarga besar Mahendra perlahan mulai meredup seiring dengan berlalunya waktu paruh malam. Tepuk tangan palsu dari kaum sosialita elite kota yang semula menggema riuh kini telah berganti dengan keheningan pekat saat mobil limosin mewah kami membelah jalanan protokol kota yang sunyi. Pengakuan resmi dari Nyonya Besar Mahendra di depan panggung megah tadi telah mengunci posisiku sebagai calon menantu tunggal yang sah, sebuah tamparan keras bagi siapa saja yang dulu meremehkan keberadaanku.Aku bersandar pada jok kulit limosin yang empuk, menatap keluar jendela kaca dengan sepasang mata yang sedingin es. Di sampingku, Arkan menggenggam erat jemari tanganku dengan telapak tangan kekarnya yang hangat, menyalurkan aliran ketenangan dan wibawa protektif yang mutlak ke dalam jiwaku. Sentuhannya seolah menegaskan bahwa aku tidak perlu lagi mencemaskan duri-duri yang bertebaran di kalangan elite atas."Kamu telah memenangkan panggung pertamamu dengan sangat
Langkah kaki tegap para petugas keamanan Mahendra Group yang menggiring Pak Setiawan dan Clara keluar dari aula pesta dansa amal seolah menjadi penutup dari drama perlawanan putus asa aliansi mereka malam ini. Keheningan yang mutlak kini kembali menguasai seisi aula besar yang bertabur cahaya keemasan, menyisakan tatapan mata penuh rasa segan, takjub, dan ngeri dari ratusan pasang mata kerabat besar Mahendra yang menyaksikan bagaimana caraku meruntuhkan tuduhan hukum mereka dalam hitungan menit.Aku menarik napas dalam-dalam secara teratur, merapikan siluet gaun malam hitam legam model mermaid milikku dengan keanggunan yang kokoh. Arkan melangkah tegap di sampingku, melingkarkan tangan hangatnya yang kekar di pinggangku dengan gerakan yang sangat protektif, mengunci pandanganku penuh dengan kehangatan pekat yang membuat seluruh gejolak di dalam dadaku mendadak reda.Nyonya Besar Mahendra yang sejak tadi duduk diam menyimak jalannya konfrontasi dari kursi utama panggung, akhirnya bangk






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.