Evelyn memejamkan matanya, menikmati kehangatan dada bidang Hiro yang menekan punggungnya untuk beberapa detik, sebelum sebuah realitas kaku mendadak menyergap otaknya.Logika medis dan pengetahuannya tentang konstelasi politik Manhattan memaksa mata indahnya kembali terbuka lebar di balik lensa kacamata peraknya.Dinding es Evelyn yang sempat mencair oleh kelembutan manipulatif Hiro mendadak mengeras kembali. Dia tahu siapa suaminya, dan dia tahu seberapa besar kekuasaan yang dimiliki dinasti Sterling Group di kota ini."Kau terlalu meremehkan hukum Sterling, Bocah," desis Evelyn, suaranya kembali memadat, sedingin es.Dengan gerakan kaku namun penuh tekanan, Evelyn meletakkan kedua telapak tangannya di atas lengan kekar Hiro yang melingkari pinggangnya, lalu mendorongnya menjauh. Dia membalikkan tubuh anggunnya dalam balutan gaun satin zamrud, menatap langsung ke sepasang mata elang pemuda sembilan belas tahun itu dengan tatapan yang tajam."Arthur Sterling bukan Marcus," lanjut Eve
Terakhir Diperbarui : 2026-08-31 Baca selengkapnya