Share

57. Berdebar

Author: Nona Muda
last update publish date: 2026-08-31 22:31:07

Evelyn memejamkan matanya, menikmati kehangatan dada bidang Hiro yang menekan punggungnya untuk beberapa detik, sebelum sebuah realitas kaku mendadak menyergap otaknya.

Logika medis dan pengetahuannya tentang konstelasi politik Manhattan memaksa mata indahnya kembali terbuka lebar di balik lensa kacamata peraknya.

Dinding es Evelyn yang sempat mencair oleh kelembutan manipulatif Hiro mendadak mengeras kembali. Dia tahu siapa suaminya, dan dia tahu seberapa besar kekuasaan yang dimiliki dinasti
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   59. Gairah

    Efek wiski murni yang membakar rongga dadanya mulai mengirimkan gelombang rileksasi yang dipaksakan ke seluruh saraf Evelyn.Sialnya, rasa hangat alkohol itu justru berpadu sempurna dengan intimidasi sensual yang dipancarkan oleh Hiro dari seberang meja marmer.Hiro melangkah lambat memutari meja konter hitam tersebut. Langkah kakinya yang tanpa suara kini terasa begitu menuntut. Begitu dia berdiri tepat di samping Evelyn, sang pangeran mafia tidak membuang waktu untuk memasang perangkap fisiknya kembali.Dengan satu gerakan mantap, tangan kanan Hiro bergerak naik, menyelipkan jemarinya yang hangat dan kapalan ke belakang tengkuk Evelyn. Dia menarik tubuh anggun wanita matang itu agar berputar menghadapnya. Sementara tangan kirinya bergerak mengunci pinggang ramping Evelyn, merapatkan gaun satin zamrud itu langsung ke kemeja linen putih miliknya yang terbuka setengah.Brak!Punggung Evelyn membentur pinggiran meja marmer di belakangnya dengan pelan namun mengunci mutlak. Kacamata berb

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   58. Kebebasan Untukmu

    Evelyn menatap gelas kristal berisi cairan amber keemasan itu dengan pandangan sedingin es.Dada bidangnya masih naik turun, mengusir sisa-sisa debaran yang dipantik oleh kedekatan fisik mereka beberapa detik lalu. Di bawah pendaran temaram api perapian vila, kilauan wiski murni itu seolah memantulkan bayangan kegilaan hidupnya yang telah terbalik seratus delapan puluh derajat hanya dalam hitungan hari.Tangan rampingnya yang biasa memegang pisau bedah bergerak lambat. Dia meraih tangkai gelas kristal tersebut, membiarkan dinding kaca yang dingin mendinginkan telapak tangannya yang mendadak berkeringat. Evelyn tidak langsung meminumnya. Dia memutar gelas itu sedikit, menciptakan riak kecil di dalam cairan alkohol mahal tersebut."Menggunakan taktik menenangkan pasien dengan sedatif cair, Tuan Rossi?" cemooh Evelyn, suaranya kembali memadat dengan nada flat Kepala Departemen Bedah yang kaku, mencoba merebut kembali otoritas atas dirinya sendiri. "Sayang sekali, kecerdasan medismu masih

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   57. Berdebar

    Evelyn memejamkan matanya, menikmati kehangatan dada bidang Hiro yang menekan punggungnya untuk beberapa detik, sebelum sebuah realitas kaku mendadak menyergap otaknya.Logika medis dan pengetahuannya tentang konstelasi politik Manhattan memaksa mata indahnya kembali terbuka lebar di balik lensa kacamata peraknya.Dinding es Evelyn yang sempat mencair oleh kelembutan manipulatif Hiro mendadak mengeras kembali. Dia tahu siapa suaminya, dan dia tahu seberapa besar kekuasaan yang dimiliki dinasti Sterling Group di kota ini."Kau terlalu meremehkan hukum Sterling, Bocah," desis Evelyn, suaranya kembali memadat, sedingin es.Dengan gerakan kaku namun penuh tekanan, Evelyn meletakkan kedua telapak tangannya di atas lengan kekar Hiro yang melingkari pinggangnya, lalu mendorongnya menjauh. Dia membalikkan tubuh anggunnya dalam balutan gaun satin zamrud, menatap langsung ke sepasang mata elang pemuda sembilan belas tahun itu dengan tatapan yang tajam."Arthur Sterling bukan Marcus," lanjut Eve

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   56. Kau Aman di Sini

    "K-Kau ...." Lidah Evelyn mendadak kelu, tertahan di ujung tenggorokan bersama dengan sisa-sisa harga diri yang sedang dipertaruhkan.Sepasang matanya dari balik kacamata berbingkai perak menatap lurus ke dalam mata elang Hiro, mencoba mencari tanda-tanda gertakan. Namun, yang dia temukan di sana hanyalah sebuah keyakinan yang pekat dan mengerikan. Berkas kasus manipulasi pajak pelabuhan? Persidangan perdana subuh tadi? Pria sembilan belas tahun ini benar-benar tidak pernah bermain-main dengan ucapannya. Dia mengunci pergerakan Arthur Sterling di kejaksaan, tepat di hari dia keluar dari rumah sakit, hanya untuk memastikan tidak ada satu pun penghalang yang bisa merusak rencana kencan mereka malam ini.Hiro tidak membalas keterkejutan Evelyn dengan desakan yang agresif. Sesuai dengan taktik kelembutan mematikan yang dia pelajari, pemuda setinggi 189 sentimeter itu justru mengulas senyuman tipis yang menawan.Tangan kanannya yang besar bergerak perlahan, memangkas jarak yang tersisa

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   55. Dua Minggu Selesai

    Beberapa hari kemudian, kondisi fisik Hiro Rossi telah menunjukkan perkembangan medis yang signifikan. Di bawah pengawasan dan terapi analgesik presisi dari departemen bedah trauma, retakan rambut pada tulang rusuknya mulai memadat dengan baik. Meskipun noda memar keunguan di dada bidangnya masih menyisakan semburat kebiruan tipis, tubuh tegap setinggi 189 sentimeter itu kini sudah bisa berdiri tegak, melangkah mantap, dan bergerak tanpa perlu menahan napas akibat tusukan nyeri.Atmosfer di dalam kamar VIP 502 siang itu tampak tenang. Tirai jendela besar sengaja dibuka penuh, membiarkan pendaran cahaya matahari musim gugur Manhattan menyinari lantai marmer yang steril. Hiro sedang berdiri menghadap kaca jendela, sepenuhnya telah menanggalkan pakaian rumah sakit. Dia mengenakan kemeja kasual berbahan linen putih premium milik pribadinya, yang sengaja dibiarkan terbuka tiga kancing teratas, mempertegas lekuk dada kokoh dan postur atletisnya. Tangan kirinya sudah terbebas sepenuhnya da

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   54. Menghapus Jarak

    Evelyn memejamkan matanya rapat-rapat saat ujung jemari hangat Hiro menyentuh kulit pipinya.Sentuhan itu terasa kontras dengan dinginnya dinding yang menopang punggungnya. Logikanya yang selama ini sekeras baja berteriak bahwa ini salah. Pria di hadapannya adalah seorang Rossi, pewaris dinasti kriminal yang sangat berbahaya. Namun, kehancuran domestik yang dialaminya semalam membuat pertahanan psikologisnya berada di titik paling rapuh."Jangan melompati batasmu, Rossi," bisik Evelyn. Suaranya bergetar, kehilangan wibawa dingin yang biasa ia agungkan, berganti dengan helaan napas yang sarat akan kelelahan jiwa. Namun, dia tidak menepis tangan Hiro. Dia membiarkan jemari pemuda itu tetap berada di sana, menyelipkan sisa helaian rambutnya dengan kelembutan yang mematikan.Hiro mengulas senyuman tipis yang tenang. Dia menarik perlahan stetoskop dari genggaman kaku Evelyn, lalu meletakkannya begitu saja di atas meja konter di samping mereka tanpa memutuskan kontak mata."Aku tidak seda

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status