Sudut Pandang Tasha Aku buru-buru keluar dari lift, langsung menuju pintu. Begitu aku membuka pintu, mataku langsung tertuju pada Ethan yang sedang asyik main dengan mainannya. Aku langsung berlutut dan memeluk Ethan erat-erat, rasa lega membanjiri seluruh tubuhku. “Ethan, kamu bikin Mama takut banget,” kataku, suaraku bergetar. “Kamu pergi ke mana? Mama khawatir banget.” “Maaf, Mama,” gumamnya di bahuku. “Aku nyasar. Aku tahu harusnya aku diam di tempat, tapi ada om di lantai atas yang nganterin aku pulang.” Dia menarik diri sedikit untuk menatapku, matanya besar dan sungguh-sungguh. “Dia bakal jadi teman baruku.” Aku merasakan campuran emosi—lega, kesal, dan sedikit rasa penasaran. “Om siapa, sayang?” tanyaku, menyisir rambutnya yang jatuh ke dahi. “Om di lantai atas,” ulang Ethan. “Dia nemuin aku dan bantuin aku balik ke sini.” Jantungku berdegup. Siapa laki-laki ini? Dan kenapa dia mau membantu Ethan? Aku tidak melihat siapa pun di lorong saat aku buru-buru keluar tadi
Last Updated : 2026-07-27 Read more