Matahari pagi belum sepenuhnya naik ketika aku sudah berada di dapur, membantu Bu Lastri menyiapkan sarapan untuk Ariesta. Mataku terasa berat, sisa-sisa kurang tidur karena terjaga sepanjang malam menjaga Ariesta yang gelisah akibat suara badai. Namun, rasa kantukku mendadak hilang saat kurasakan getaran halus di balik lipatan stoking yang kukenakan.Itu adalah ponsel rahasia yang kupendam di sana. Satu getaran panjang, dua getaran pendek. Kode dari Pak Beni. Hasil laboratorium sudah keluar."Mbak Siska, ini bubur untuk Nona Ariesta. Tolong dibawa ke atas, ya," ujar Bu Lastri sambil menyodorkan mangkuk porselen putih yang masih mengepul."Baik, Bu. Terima kasih," jawabku sopan.Aku membawa nampan itu menuju kamar Ariesta, namun langkahku terhenti di koridor lantai dua saat pintu kamar utama terbuka. Sebastian keluar dari sana, masih mengenakan kemeja putih semalam namun tanpa dasi dan jas. Rambutnya sedikit berantakan, dan wajahnya tampak lebih kaku dari biasanya. Sepertinya gala bis
Última actualización : 2026-09-05 Leer más