LOGINDulu, Sebastian Steel adalah pria yang paling kubenci. Kini, aku justru harus tinggal di rumahnya sebagai pengasuh putrinya. Dengan nama yang bukan milikku, aku berusaha menjaga jarak dari pria dingin itu. Namun, semakin lama aku berada di sisinya, semakin sulit menyembunyikan siapa diriku sebenarnya. Tatapan Sebastian berubah, sikapnya berubah, dan yang paling berbahaya … batas antara majikan dan pengasuh mulai menghilang. Dia mengira aku hanya babysitter biasa. Padahal, ada alasan mengapa aku datang ke rumahnya. Jika Sebastian mengetahui kebenarannya, entah aku yang akan menghancurkannya, atau justru dia yang akan menghancurkan hatiku lebih dulu.
View MoreIring-iringan delapan Cadillac Escalade hitam legam membelah jalanan Manhattan yang mati membeku. Badai salju menyapu kota layaknya selimut putih yang tebal, menyembunyikan pergerakan armada bayangan kami di balik kabut malam buta. Di antara jajaran pencakar langit yang menjulang angkuh, satu menara pualam di pusat distrik finansial tampak lumpuh total, gelap gulita tanpa satu pun pendar cahaya.Menara Sterling Enterprise.Berkat peretasan jarak jauhku di udara sebelumnya, gedung raksasa itu telah resmi berubah menjadi peti mati vertikal. Tidak ada sensor, tidak ada kamera aktif, tidak ada kunci biometrik yang berfungsi.Mobil kami mengerem mulus tepat di teras lobi utama. Sebastian melangkah turun lebih dulu, menantang embusan angin bersuhu di bawah nol derajat dengan mantel kasmirnya. Begitu kakiku menjejak aspal beku, ia seketika merengkuh tubuhku, menarikku merapat dan berlindung di balik ceruk dadanya yang memancarkan hawa panas."Leon, sapu bersih lobi dasar. Jangan ada yang sem
Mayat-mayat paramiliter Osprey dibersihkan dari penthouse tanpa meninggalkan setitik noda pun. Operasi sanitasi berlangsung dalam kebisuan.Di sudut ruangan berpualam itu, Papa masih berdiri kokoh di samping kubah balistik yang melindungi buaian Alaric. Sang konglomerat tua meletakkan senapan laras pendeknya di atas meja, lalu memandang cucunya yang tetap terlelap damai di bawah penjagaan Ring Nol. Mata Papa yang dahulu pernah lelah oleh duka masa lalu kini menyiratkan ketajaman murni seorang pelindung dinasti."Tinggalkan Jakarta, Friska, Sebastian." Suara Papa mengalun berat, tak menerima bantahan. "Hancurkan akar pohon mereka di Amerika hingga ke tanah. Papa akan mengubah mansion ini menjadi kuburan raksasa bagi siapapun yang mencoba menyusul ke mari. Kalian memiliki sumpahku."Sebastian, yang tak pernah menundukkan kepala kepada hukum maupun raja mana pun di dunia ini, meletakkan tangan kanannya di dada dan memberikan tundukan hormat penuh kebanggaan kepada mertuanya."Dunia ini a
Kilatan moncong senjata (muzzle flash) menerangi lorong pualam lantai sembilan puluh sembilan bagai kedipan stroboskop di dasar neraka. Rentetan desing peluru menembus udara, mengoyak serpihan marmer dari dinding, dan meninggalkan bau pekat kordit yang menyesakkan napas.Di depan mataku, Sebastian tidak sedang bertarung, ia sedang menari dengan kematian. Kaisar es itu bergerak menembus hujan peluru tanpa setitik pun keraguan. Dalam dua langkah presisi, ia menghindari semburan peluru otomatis, mengangkat kedua tangannya yang memegang pistol mematikan, dan menarik pelatuk secara bersamaan.DOR! DOR! DOR!Tiga pembunuh bayaran kartel Osprey tumbang seketika, tengkorak mereka berlubang peluru tepat di atas mata. Eksekusi tanpa cacat yang lahir dari insting sosiopat absolut.Namun, pasukan Osprey adalah pembunuh terlatih dari benua seberang. Dua anggota yang tersisa memecah formasi, berguling cepat ke balik pilar raksasa demi mencari titik buta. Salah satunya mengangkat senapan dengan pelo
Ciuman itu belum sepenuhnya usai. Di atas balkon lantai enam puluh yang tersapu angin malam Jakarta, janji pembantaian dari mulut Sebastian menyatu dengan sapuan lidahnya di bibirku. Udara tropis terasa membeku oleh dominasi absolut pria ini. Punggungku yang hanya terbalut gaun sutra bergesekan dengan kaca balistik di belakangku, terhimpit oleh dada bidangnya yang bergemuruh.“Kaisar yang membasuh darah untuk permaisurinya,” gumamku dengan napas terputus, menyandarkan dahi ke dadanya. Aku memejamkan mata, membiarkan aroma bourbon dan kekuasaan suamiku meresap, menenangkan saraf-saraf tempurku. “Kau selalu tahu cara membuat perang terdengar seperti puisi yang indah, Sebastian.”Jemari kasar Sebastian membelai tulang pipiku, sementara matanya yang sekelam palung samudra memuja pantulan gemerlap ibu kota di bola mataku. Namun, keheningan eksklusif itu hanya bertahan kurang dari tiga tarikan napas.BIP! BIP! BIP!Bunyi nyaring berfrekuensi tinggi memecah atmosfer intim kami. Suara itu buk
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews