Saat Wulan dilahirkan, ibunya meninggal karena kesulitan melahirkan. Ketika usianya menginjak sepuluh tahun, ayahnya yang dijuluki sebagai Dewa Perang pun turut berpulang.Hari itu, orang-orang datang silih berganti untuk melayat. Mereka mengucapkan belasungkawa, menyuruhnya menjaga diri dengan baik, dan mengasihani nasibnya.Wulan hanya berlutut di ruang duka, kebingungan tanpa tahu harus berbuat apa.Hari itu juga, untuk pertama kalinya dia bertemu Andra. Andra datang bersama keluarganya. Setelah selesai memberi penghormatan, bocah laki-laki itu tidak langsung pergi. Sebaliknya, dia menghampiri Wulan.Dia mengeluarkan sebutir manisan untuk diberikan kepadanya, lalu terdiam cukup lama sebelum akhirnya berkata dengan canggung, "Ja ... jangan terlalu sedih. Yang Mulia Pangeran adalah pahlawan sejati. Beliau akan selalu mengawasimu dari langit dan melindungimu."Saat itu, tatapannya begitu jernih, penuh ketulusan yang terasa kikuk.Tak lama kemudian, musuh dari barat laut kembali menyerb
Baca selengkapnya