MasukJamuan istana baru saja memasuki penghujung acara, kabar bahwa Jenderal Muda Andra yang menghamburkan harta demi membeli seorang kembang rumah bordil sudah menyebar ke seluruh ibu kota. Semua tamu yang hadir serempak menoleh ke arah Wulan, sang Putri. Siapa yang tidak tahu kalau dia terkenal sebagai istri yang sangat pencemburu? Selama lima tahun menikah dengan Andra, yang satu gemar main perempuan, yang satu lagi melabrak ke rumah bordil. Keributan yang mereka buat nyaris menjadi bahan gosip wajib warga ibu kota setiap kali mengobrol. "Tuan Putri ...." Pelayan pribadi Wulan bergegas mendekat sambil merendahkan suara. "Perlukah hamba membawa pengawal untuk menjemput Jenderal pulang sekarang juga?" Suara Wulan tetap tenang. "Nggak perlu. Apa uang dia cukup? Kalau kurang, kirim lagi. Ambil dari simpananku." Pelayan itu terpaku. Seluruh orang di aula pun ikut tercengang, lalu suasana seketika menjadi riuh. "Apa? Malah menyuruh mengirim uang? Bukan menyuruh pengawal menyeret Jenderal Andra pulang?" "Aku dengar waktu Jenderal Andra minum bersama wanita penghibur, Putri langsung mengambil pedang dan menyerbu rumah bordil. Jenderal sampai harus beristirahat berhari-hari untuk memulihkan luka. Kenapa kali ini berubah?" "Betul! Waktu festival malah lebih parah. Tiga perahu hias dibakar sampai habis." "Setiap kali Jenderal Andra berulah, istana pasti menghukumnya. Tapi untuk apa? Besoknya dia tetap lanjut bersenang-senang di tempat hiburan." "Jangan-jangan dia akhirnya sadar kalau bertindak begitu nggak akan bisa mempertahankan hati suaminya, jadi sekarang mau pura-pura jadi istri yang lembut dan baik hati?" Semua bisik-bisik itu terdengar jelas di telinga Wulan.
Lihat lebih banyakSejak itu, setiap pagi dan sore, keduanya akan bertemu sebentar. Mereka saling bertukar perkembangan pekerjaan dan membahas rencana berikutnya.Sesekali, Wulan membawakan teh dan kudapan ke atas tanggul. Johar juga tidak sungkan. Dia menerimanya, lalu langsung makan.Kadang-kadang dia menunjuk suatu bagian tanggul sambil menjelaskan ide-ide cerdik atau kesulitan yang sedang dihadapi. Wajahnya selalu dipenuhi semangat. Dia tak lagi sengaja menjaga jarak.Ujung jari mereka sesekali bersentuhan. Lengannya juga secara alami melindungi Wulan saat mereka berjalan berdampingan.Menjelang senja pada suatu hari, bongkahan batu terakhir akhirnya tertanam kokoh ke dalam fondasi tanggul, diiringi teriakan penyemangat para pekerja.Pintu air raksasa perlahan diturunkan. Arus Sungai Kuning yang bergelora akhirnya berhasil dikendalikan. Sorak-sorai membahana dari kerumunan.Pengerjaan pengendalian banjir yang telah berlangsung selama berbulan-bulan akhirnya selesai dengan sempurna.Johar berdiri di t
Wulan menatapnya. Beberapa saat kemudian, dia kembali berbicara pelan, "Andra, masih ingat berapa banyak luka yang pernah kuterima demi dirimu?""Dulu aku mengirimkan bahan makanan pada malam bersalju untukmu hingga kedua tanganku mengalami radang dingin. Sampai sekarang, setiap kali cuaca lembap atau hujan, rasa sakitnya masih kambuh.""Aku juga pernah mencoba racun demi dirimu, lalu menggores pergelangan tanganku untuk mengambil darah sebagai penawar. Bekas lukanya masih ada sampai sekarang."Nada bicaranya tenang, tetapi setiap katanya menusuk tepat ke hati."Sedangkan tindakanmu hari ini, hanya membuat kita impas."Hati Andra seakan dicabik dengan kejam. Sakitnya begitu dalam hingga dia mati rasa. Dia terdiam lama sebelum berbicara perlahan. Setiap kata seolah telah menguras seluruh tenaganya."Aku sudah menyuruh orang mengantar Jingga ke rumah peristirahatan di pinggiran ibu kota. Aku memberinya sejumlah uang. Seumur hidup ini, aku nggak akan menemuinya lagi.""Soal Citra ... aku
Hujan deras mengguyur tanpa henti. Situasi di atas tanggul menjadi makin berbahaya.Saat semua orang sedang sekuat tenaga memperkuat fondasi tanggul, tiba-tiba terdengar suara retakan yang mengerikan dari lereng bukit di atas, yang mulai longsor karena terus diguyur hujan."Awas! Batu-batu dari atas runtuh!" Seseorang berteriak sekuat tenaga.Beberapa bongkah batu besar bercampur lumpur meluncur deras, menghantam tepat ke arah Wulan.Dalam sekejap, dua sosok bergerak pada saat yang bersamaan!Johar yang berdiri lebih dekat bereaksi sangat cepat. Dia hendak menarik lengan Wulan, berusaha membawanya menjauh dari bahaya.Namun, ada sosok lain yang bergerak lebih cepat. Andra. Hampir tanpa berpikir, seolah mengikuti naluri, dia menerjang ke depan dan membelakangi Wulan, menggunakan tubuhnya untuk melindunginya.Brak! Suara benturan keras terdengar. Bongkahan batu itu menghantam punggung Andra. Tubuh Andra bergetar hebat.Tenggorokannya terasa asin oleh darah. Puh! Seteguk darah langsung me
Wulan dan rombongannya tidak berhenti untuk beristirahat. Mereka langsung menuju lokasi yang telah dipilih untuk pembangunan bendungan baru.Angin dari sungai bertiup kencang. Arus air mengalir deras. Para pekerja dan perajin sibuk bekerja. Teriakan penyemangat dan suara alat pemadat tanah saling bersahutan. Suasananya dipenuhi semangat.Di dalam gubuk kerja sementara, Wulan dan Johar sedang berdiskusi dengan beberapa ahli sungai senior sambil mengamati peta medan."Tuan Putri, Tuan Johar, dasar sungai di tempat ini memang tampak kokoh. Tapi lapisan di bawahnya sebagian besar berupa pasir bergerak. Kalau bendungan langsung dibangun di atasnya, kami khawatir fondasinya nggak akan cukup kuat."Seorang ahli tua berambut putih dan berjanggut putih menunjuk peta sambil mengernyit.Ujung jari Wulan mengikuti alur sungai di atas peta. "Bagaimana kalau kita tanam tiang pancang lebih dalam terlebih dulu, lalu mengisinya dengan batu dan memperkuatnya lapis demi lapis agar mampu menahan gerusan s






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.