Tanpa peringatan, wajah Maudy disiram anggur merah. Cairan itu mengalir turun hingga membasahi bagian depan pakaiannya.Dia memejamkan mata, menenangkan diri.Kemudian, dia berkata dengan tenang, "Karena anggurnya sudah diminum, saya akan membawa orang saya pergi dulu. Pak Danu, silakan beristirahat. Kami nggak akan mengganggu lagi." Setelah berkata demikian, dia membawa Raline yang masih sangat ketakutan keluar dari ruang VIP, mengabaikan makian kasar Danu di belakangnya.Namun, baru berjalan beberapa langkah, Raline tiba-tiba melepaskan diri dari pegangannya. Dengan suara terisak, dia berlari menghampiri pria di hadapannya. "Pak David ...."David berhenti.Tatapan mereka bertemu.David melihat jelas keadaan Maudy yang begitu berantakan. Bulu mata panjangnya basah, poninya menempel lekat di dahi, sementara anggur merah terus menetes dari dagunya. Raline pun tak kalah berantakan. Rambutnya acak-acakan, wajahnya dipenuhi kepanikan dan kebingungan, sementara air matanya nyaris melunturk
Read more