“Nggak. Nggak gimana-gimana," jawab pria itu berbohong. "Mbak, tolong bungkus keduanya ya,” tambahnya kemudian pada Disi yang langsung.Mereka bertiga berjalan ke kasir, setelah Rea kembali berganti baju ke yang semula.“Dua puluh satu juta sembilan ratus…”“Hah?!” mulut Rea menganga tidak percaya.Dante mengeluarkan dompetnya. Hendak membayar.“Stop!” tahan Rea menangkap uluran tangan pria itu.“Kenapa?”“Dua puluh satu juta?”“Ya terus?” tanya Dante.“A-aku aja, Mas,” ucap Rea kemudian sambil menyerahkan kartu debitnya tidak rela.Dia dan kasir bahkan sempat tarik-tarikan beberapa kali sebelum merelakan kartu itu berpindah tangan.Melihat pemandangan tersebut, Dante tersenyum untuk yang kesekian kalinya.“Aku bisa bayarin kamu, kok Dek.”“Mas Rumi juga bisa, Mas. Aku hanya nggak nyangka harganya segitu..” ucap Rea dengan raut tidak menyangka baru saja mengeluarkan uang hampir setara gajinya untuk dua baju saja.Mendengar kalimat gadis itu barusan, Dante terlihat diam sebentar sebelu
Última actualización : 2026-08-31 Leer más