Keesokannya, Rea menghubungi nomor ponsel Ammar, sopir Rumi, sebelum bersiap mandi.“Saya ikut jemput Dista dan Desta pulang sekolah hari ini, ya, Pak,” ujar Rea sambil meroll rambut di depan cermin. “Tapi nggak usah kasih tahu Pak Rumi.”“Oh baik, Bu,” sahut Ammar dari seberang telepon. “Saya jemput Ibu Rea dulu di apart berarti? Atau di mana?” tanya pria itu memastikan.“Di apart, Pak.” Rea tersenyum kecil membayangkan reaksi anak-anak. Setidaknya hari ini dia bisa menebus sedikit kesalahannya semalam pada dua kembar favoritnya itu.Begitu mobil tiba, mereka langung ke sekolahan Dista dan Desta. Lumayan jauh. Dia bingung kenapa Rumi harus memilih sekolah sejauh ini dari rumah. Tapi syukurnya, tidak ada pesan dari pria itu sejak pagi. Tidak ada pertanyaan. Tepat seperti yang dia inginkan.Saat Dista dan Desta melihatnya di depan gerbang sekolah, keduanya langsung berlari menghampiri.“Cinderea!”“Tante Rea!” seru Desta bergantian dengan mbaknya, sambil meraih tangan Rea.“Gimana seko
Última actualización : 2026-09-04 Leer más