"Jevian, kenapa diam saja? Cepat masuk dan lihat siapa perempuan jalang di dalam itu!"Ibu mendesakku dengan nada tergesa-gesa. Wajahnya tampak penuh kecemasan, seolah begitu mengkhawatirkanku.Namun kini aku tahu, sandiwara penggerebekan perselingkuhan ini sejak awal memang merupakan rencana mereka berdua, ibu dan putra palsu itu.Di kehidupan sebelumnya, saat aku sedang berlibur, ibu sengaja datang mencariku untuk memberi kabar itu.Aku yang diliputi amarah langsung pulang dan berkelahi dengan mereka.Bahkan aku sampai main tangan terhadap Clarissa hingga dia keguguran.Meski Ibu berpura-pura sedih, pada akhirnya semua kesalahan justru dilimpahkan kepadaku.Begitulah, karena ibu kandungku sendiri memilih membiarkan semuanya terjadi, aku kehilangan anakku, kehilangan pernikahanku, bahkan kehilangan pijakan terakhir dalam hidupku.Aku memejamkan mata yang terasa panas sejenak, menahan rasa sakit yang menyesakkan di dada, lalu berbalik dan melangkah pergi.Di kehidupan ini, akhirnya aku
Baca selengkapnya