LOGINSetelah untuk yang kesembilan puluh sembilan kalinya aku memergoki Clarissa berselingkuh demi membalas dendam kepadaku, dia sengaja tidur dengan putra palsu yang selama ini dianggap sebagai pewaris keluarga kami. Saat memergoki mereka di atas ranjang, tak sedikit pun rasa bersalah terlihat di wajahnya. Sebaliknya, dia menatapku tanpa penyesalan sedikit pun. "Jevian, adik kamu jauh lebih memuaskan daripada kamu." Di kehidupan sebelumnya, kalimat itu menghancurkanku hingga aku mengamuk tanpa kendali. Aku menyebarkan foto-foto perselingkuhan mereka ke seluruh dunia. Clarissa tak sanggup menanggung tekanan itu dan akhirnya tetap menceraikanku. Orang tuaku pun benar-benar kehilangan harapan padaku dan mengusirku dari rumah. Aku kira diriku akan menjadi makin baik, tetapi kenyataan justru mematahkan anggapanku dan memaksaku untuk tumbuh dewasa. Delapan belas tahun tumbuh terlantar di desa membuatku tak pernah benar-benar memiliki kemampuan untuk bertahan hidup, meski akhirnya diakui kembali oleh keluarga. Ditambah pembalasan dari Keluarga Lunardi, aku hidup dalam kelaparan dari hari ke hari hingga beberapa tahun kemudian meninggal karena kanker. Sementara itu, pewaris palsu tersebut justru menikahi Clarissa dan berhasil masuk ke kalangan elite setelah pernikahan mereka. Sedangkan aku, mantan suaminya, menjadi bahan tertawaan semua orang. Ketika mataku terbuka lagi, aku telah kembali ke hari saat dia tidur dengan putra palsu itu.
View More"Jevian, adikmu sudah tahu dia salah. Di rumah dia nangis terus sampai matanya bengkak. Dia terus pengin datang minta maaf sama kamu. Kamu ini kakaknya, masa tega sih mempermasalahkan adik sendiri?"Ibu membujukku dengan berbagai alasan sambil memainkan perasaanku, wajahnya menunjukkan kasih sayang seorang ibu.Namun, perutku justru terasa mual.Tatapanku perlahan berhenti di wajahnya. Tak lama kemudian, wajahnya sendiri mulai memerah karena kikuk."Kenapa kamu lihatin Ibu seperti itu?""Apa Ibu nggak capek berpura-pura terus?"Begitu kalimat itu keluar, wajah Ayah dan Ibu langsung membeku."Kamu ini bicara apa?"Aku hanya tersenyum tipis sambil menggeleng."Tujuan kalian datang ke sini sebenarnya bukan karena aku, 'kan?"Wajah mereka kembali berubah. Setelah sesaat diliputi kecanggungan, sorot mata keduanya kembali dipenuhi harapan.Namun sebelum mereka sempat membuka mulut, aku kembali melanjutkan, "Apa pun tujuan kalian, aku nggak akan bantu."Ibu langsung berseru dengan nada tinggi
"Kalian benar-benar bikin aku muak."Begitu kalimat itu terlontar, senyum palsu di wajah semua orang langsung membeku.Jantung Kevin seolah berhenti berdetak. Dengan tubuh gemetar, dia mendongak dan mendapati Clarissa sedang menatapnya dengan wajah dingin.Dengan suara berat, Clarissa mengulanginya, "Aku sudah tahu semuanya. Semua ini ulahmu."Pipi Kevin bergetar hebat, dengan tatapan memohon yang terpancar jelas dari matanya."Bukan begitu, Clarissa. Nggak seperti yang kamu pikirkan.""Aku cuma khilaf sesaat. Aku terlalu takut kehilangan kamu, jadi tanpa sadar aku ….""Tanpa sadar?"Wajah Clarissa langsung dipenuhi amarah. Dia mengangkat tangan dan mencengkeram bahu Kevin dengan kuat."Mengunggah foto-foto itu juga tanpa sadar? Membawa wanita yang pernah nyakitin kakakmu buat memfitnahnya juga tanpa sadar? Kalau itu yang kamu sebut 'tanpa sadar', berarti kamu benar-benar mengerikan!"Usai berkata begitu, dia langsung mendorong Kevin hingga terjatuh ke lantai.Ayah dan ibunya berteriak
Setelah mengungkapkan rahasia yang selama ini kupendam, dadaku justru terasa jauh lebih lega.Aku tak lagi memedulikannya, lalu berbaring di ranjang pendamping dan memejamkan mata.Namun sesaat kemudian, tubuhku tiba-tiba dipeluk dengan lembut.Clarissa ternyata sedang gemetar. Dia menggenggam tanganku erat, sementara tatapannya dipenuhi hawa dingin."Jevian, aku nggak tahu kalau selama ini kamu ngalamin semua itu. Tunggu kabar selanjutnya dariku."Setelah mengucapkan kalimat itu, kami kembali ke ranjang masing-masing dan menghabiskan malam dalam diam.Tiga hari kemudian, begitu keluar dari rumah sakit, Clarissa langsung mencari Yara.Dari luar wanita itu terlihat garang, tetapi nyalinya ternyata sangat kecil. Dia masih sempat mendongakkan kepala sambil berteriak, "Kalau kalian berani mukul aku, aku akan lapor polisi!"Namun baru saja kata-kata itu keluar, salah seorang pengawal Clarissa langsung menendangnya hingga tersungkur ke lantai.Pengawal itu kemudian menindih dan menekannya ku
Aku sudah benar-benar kehilangan kesabaran. Tanpa memedulikan bahwa Clarissa sedang hamil, kutampar dia hingga terjatuh ke lantai.Aku menatapnya dengan dingin saat dia memegangi perutnya sambil meringis kesakitan.Wajah Clarissa seketika pucat pasi. Dia menatap perutnya dengan panik. Begitu melihat beberapa tetes darah mengalir, seluruh tubuhnya langsung membeku.Namun sedetik kemudian, aku mendorong orang-orang yang menghalangi, mengangkat tubuhnya, lalu berlari menuju ruang gawat darurat."Dokter! Tolong! Dokter!"Para dokter dan perawat segera berdatangan, lalu membawanya masuk ke ruang IGD.Baru setelah mendengar teriakan Kevin, aku tersadar dari kepanikan.Aku menunduk menatap darah yang mulai mengering di kedua tanganku, sementara punggungku langsung dibanjiri keringat dingin.Kevin mencibir dengan sorot mata penuh kebencian."Dasar binatang. Perempuan saja kamu pukul. Nah, sekarang anakmu sendiri juga bakal mati. Hahaha!"Bola matanya berputar licik, lalu dia kembali mengejek,






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.