Keesokan paginya saat aku terbangun, cahaya matahari sudah menembus tirai tipis dan memenuhi kamar. Aku mencoba menggerakkan tubuh, tetapi pergelangan kakiku masih terasa sakit.Belum sempat aku berusaha duduk, Gustav sudah mendengar suara gerakanku dan masuk ke kamar. Dia membungkuk, lalu langsung menggendongku."Cuci muka dan sikat gigi dulu."Aku sedikit malu, tetapi tetap membiarkannya menggendongku tanpa melawan.Pada awalnya, perhatian dan kelembutannya membuatku merasa canggung. Namun, tak lama kemudian aku mulai terbiasa. Saat menyikat gigi, sikat gigi yang dia sodorkan sudah diberi pasta gigi.Saat sarapan, semua hidangan di atas meja adalah makanan kesukaanku. Hakau udang, bakpao telur asin lumer, dan semangkuk bubur ayam suwir yang dimasak hingga lembut.Selama masa pemulihan, aku mengajukan cuti dari kampus. Gustav juga sudah hampir lulus, jadi dia tidak perlu sering datang ke kampus. Hampir setiap saat dia menemaniku.Kami menghabiskan waktu bersama di apartemen. Dia menem
Baca selengkapnya