Aku seperti terpaku di tempat dan tidak bisa bergerak.Nolan tergeletak di lantai, darah bercampur debu menutupi seluruh wajahnya. Penampilannya tampak seperti gumpalan lumpur.Gustav berdiri di depannya. Darah di buku-buku jarinya masih menetes. Dia berbalik. Mata yang tadi dipenuhi amarah dan kebengisan itu, tiba-tiba melembut saat tertuju padaku. Dia mengulurkan tangan kepadaku, telapak tangannya menghadap ke atas."Chloe, jangan takut. Aku di sini."Aku terhuyung selangkah ke depan, lalu membenamkan wajah ke dadanya.Aku menangis sejadi-jadinya.Rasa sedih, ketakutan yang masih tersisa, dan rasa muak karena telah ditipu, semuanya mengalir bersama air mata hingga habis di pelukannya.Saat polisi datang, Gustav tidak melawan. Sebelum pergi, dia menggenggam tanganku pelan dan menghiburku dengan lembut, "Tenang, semuanya akan baik-baik saja."Aku pergi ke rumah sakit.Hidung Nolan dijepit penyangga, wajahnya bengkak hingga berubah bentuk. Saat melihatku, matanya langsung berbinar. "Chl
Read more