LOGINSetelah menggendongku ke atas ranjang, pacarku, Nolan, tiba-tiba memelukku. "Sayang, teman sekamarmu itu lumayan seksi. Kasih aku kontaknya, dong?" Aku tertegun lalu menoleh menatapnya. Dia dengan santai menarik selimut untuk menyelimutiku. "Cepat atau lambat kita juga bakal menikah. Tapi kalau seumur hidup cuma bersama satu orang, apa menurutmu itu nggak membosankan?" "Aku belum mau melepaskan seluruh hamparan bunga hanya demi satu bunga sepertimu." Aku menatapnya beberapa detik, lalu menepis tangannya. Dengan tenang aku mengangguk. Hari saat aku pindah, dia mengadangku di depan pintu apartemen. Keningnya berkerut begitu dalam saat berkata, "Chloe, bukannya kita sudah sepakat masing-masing bebas bermain? Kenapa kamu ngambek begini?" Aku membungkuk mengangkat koper. "Nggak jadi. Aku ini orangnya cukup tradisional." Belakangan, setelah puas bersenang-senang, dia kembali mencariku. Aku menunduk melihat cincin nikah yang baru saja melingkar di jari manisku, lalu tersenyum. "Maaf, aku nggak pernah kembali sama mantan." Hamparan bunga begitu luas, jika bunga ini tidak cocok, tinggal ganti dengan yang lain. Bagaimanapun juga, aku selalu pantas mendapatkan yang terbaik.
View MoreSetelah menikah, aku pulang ke rumah keluarga bersama Gustav. Dia sendiri yang pergi memanggang kue kukis untukku. Baru saja dia selesai memanggang satu loyang kukis, dapur sudah dipenuhi aroma manis mentega dan vanila. Dia berjalan keluar dengan sedikit tepung yang masih menempel di tubuhnya.Melihatku meringkuk di sofa sambil mengantuk, dia membungkuk untuk mengecup keningku, lalu menarik selimut yang kupeluk dengan santai hingga menutupi tubuhku lebih rapat.Aku mendongak menatapnya. Cahaya matahari masuk dari jendela besar di belakangnya, menyelimuti tubuhnya dengan semburat cahaya keemasan yang lembut.Bahkan alisnya yang biasanya selalu sedikit berkerut pun tampak jauh lebih lembut.Tiba-tiba aku mendapat ide.Aku melompat turun dari sofa tanpa memakai alas kaki, lalu berjalan ke rak buku. Aku berjongkok dan menarik keluar sebuah kotak besi yang sudah tertutup lapisan debu tipis.Isinya penuh sesak.Bukan barang-barang berharga. Ada burung bangau kertas yang kulipat asal-asalan s
Aku langsung pulang ke rumah. Setelah mendengar seluruh ceritaku, Ayah dan Ibu segera menghubungi Keluarga Ramsyah."Putri Keluarga Tjokro nggak pantas menerima penghinaan seperti ini."Keesokan harinya, begitu bursa saham dibuka, saham perusahaan Keluarga Ramsyah langsung anjlok hingga batas bawah. Selama tiga hari berturut-turut, harganya tidak juga membaik.Kepala Keluarga Ramsyah sendiri datang ke rumahku dan ke rumah Gustav.Entah apa yang dibicarakan para orang tua, sore harinya Nolan dibebaskan dari rumah tahanan.Tak lama kemudian, Ayah memerintahkan agar semua kerja sama dengan perusahaan Keluarga Ramsyah dihentikan.Ibu menikmati teh sore bersama ibu Gustav. Wanita itu tersenyum sambil berkata, "Urusan anak-anak, tugas kita sebagai orang tua hanya memastikan mereka tetap terlindungi."Status Nolan sebagai pewaris Keluarga Ramsyah pun berada di ujung tanduk. Teman-teman yang dulu selalu memanggilnya saudara kini justru menghindarinya, takut ikut terkena sial.Nicole adalah ora
Aku seperti terpaku di tempat dan tidak bisa bergerak.Nolan tergeletak di lantai, darah bercampur debu menutupi seluruh wajahnya. Penampilannya tampak seperti gumpalan lumpur.Gustav berdiri di depannya. Darah di buku-buku jarinya masih menetes. Dia berbalik. Mata yang tadi dipenuhi amarah dan kebengisan itu, tiba-tiba melembut saat tertuju padaku. Dia mengulurkan tangan kepadaku, telapak tangannya menghadap ke atas."Chloe, jangan takut. Aku di sini."Aku terhuyung selangkah ke depan, lalu membenamkan wajah ke dadanya.Aku menangis sejadi-jadinya.Rasa sedih, ketakutan yang masih tersisa, dan rasa muak karena telah ditipu, semuanya mengalir bersama air mata hingga habis di pelukannya.Saat polisi datang, Gustav tidak melawan. Sebelum pergi, dia menggenggam tanganku pelan dan menghiburku dengan lembut, "Tenang, semuanya akan baik-baik saja."Aku pergi ke rumah sakit.Hidung Nolan dijepit penyangga, wajahnya bengkak hingga berubah bentuk. Saat melihatku, matanya langsung berbinar. "Chl
Aku menghabiskan lebih dari setengah bulan memulihkan diri di rumah Gustav. Pada hari lukaku benar-benar sembuh, dia mengantarku kembali ke kampus.Mobil berhenti di depan gerbang kampus. Baru saja Gustav membantuku turun, tiba-tiba seseorang menerjang ke arah kami.Nolan hampir saja menabrak Gustav hingga tersingkir. Dia langsung mencengkeram pergelangan tanganku dengan sangat kuat, sampai pergelangan yang baru sembuh itu kembali terasa sakit.Pada saat yang sama, tangan satunya sudah melayangkan pukulan lurus ke arah wajah Gustav."Gustav! Pacar teman nggak boleh diganggu! Chloe itu pacarku!"Gustav memiringkan kepala menghindari pukulan itu, lalu mengangkat tangan untuk menangkisnya. Dia menatap Nolan dan berkata dengan suara dingin, "Kalian sudah putus.""Omong kosong!" teriak Nolan. Kedua matanya memerah. "Chloe itu milikku! Kamu pikir dia benar-benar menyukaimu? Dia cuma memanfaatkanmu untuk membuatku cemburu!"Aku mengibaskan tangan Nolan sekuat tenaga. "Nolan, sudah selesai bel


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.