"Naik ke atas, sekarang," bisik Sean menginstruksikan.Sean memberi isyarat dagu yang memerintahkan Dhita untuk segera naik ke lantai atas, sementara ia sendiri melangkah tenang menuju telepon kabel di ruang tengah.Namun, sebelum jemari Sean sempat menyentuh gagang telepon, dering nyaring itu mendadak terputus. Keheningan singkat yang menyusul justru terasa jauh lebih menegangkan.Satu detik kemudian, ponsel di dalam saku celana pendek Dhita bergetar hebat.Layar digitalnya menyala terang, memunculkan nama 'Ibu' yang berkedip-kedip di tengah kegelapan.Napas Dhita tersengal. Panik setengah mati, ia berlari menaiki anak tangga tanpa alas kaki, memijak kayu seringan mungkin agar tidak menimbulkan derit yang bisa memicu kecurigaan.Sambil memegang dada yang berdegup gila-gilaan dan menahan gemetar di sekujur tubuh, Dhita menekan tombol jawab tepat saat kakinya mencapai bordes tangga lantai dua."Ya... Halo, Bu?" suara Dhita bergetar tipis, berusaha keras menyembunyikan kepanikannya.Sua
Última atualização : 2026-09-03 Ler mais