Setelah latihan, Elara tidak langsung meninggalkan ruang latihan. Tubuhnya lelah. Energinya terkuras habis. jadi, ia duduk selonjoran di lantai agar energinya kembali stabil. Saat hendak berdiri, pandangannya tanpa sengaja tertuju ke lantai. Di sana, bekas simbol lilin hitam masih tergambar jelas. Bekas dari ledakan kekuatannya tadi. “Ini berasal dari kekuatanku,” gumam Elara. Antara takut dan penasaran. Tanpa pikir panjang ia berlari mencari Kaelen. Dan benar, Kaelen ada di kamarnya. Pintu berderit saat ia buka. Di dalam, Kaelen sedang memasang jubahnya. Punggungnya telanjang. “Maaf! Maaf! Maaf!” Elara langsung menutup mata dengan kedua tangan. “Kenapa tidak mengetuk pintu dulu?” “Etika ini aku belajar dari suamiku,” jawab Elara cepat, tetap menutup mata. Kaelen mengangkat alis, lalu melanjutkan memasang jubahnya dengan santai. Elara tetap berdiri kaku. Beberapa detik kemudian ia merasakan hembusan nafas di wajahnya. Saat ia membuka mata, Kaelen sudah berdiri
Last Updated : 2026-08-21 Read more