Pagi menyambut dengan sinar matahari yang berkilau, keadaan Elara sudah lebih baik. Tubuhnya masih terasa lemah. Tapi itu Wajar, karena racun yang menggerogoti tubuhnya semalam belum sepenuhnya hilang dari aliran darahnya. Namun setidaknya, rasa sakit yang tadi malam hampir merenggut kesadarannya sudah tidak terasa. Ia sudah bisa duduk dan sudah tidak merasakan kesakitan lagi. Hanya saja energinya masih lemah. Tabib membawakan ramuan penawar racun yang harus di minum pagi ini. “Bagaimana keadaanmu, Lady? tanya Tabib. “Lebih baik.” “Racun yang Anda minum semalam termasuk jenis yang sangat berbahaya, Lady. Dalam dosis sebesar itu, manusia biasa mungkin tidak akan bertahan.” Elara terdiam mendengar penuturan Tabib. “Berarti tubuhku cukup keras kepala untuk menolak mati,” jawab Elara santai. Padahal, dia sendiri kebingungan terhadap respon tubuhnya. “Dimana pelayan yang menuangkan minuman anggur?” Elara menatap Tabib itu yang lagi sibuk membereskan ramuannya. “Semua Pel
최신 업데이트 : 2026-08-13 더 보기