"Keamanan, tunggu apa lagi? Bawa mereka keluar!" perintah Fery dingin.Petugas keamanan yang tanggap langsung memegang lengan ibu Evelyn dan pengacaranya, menggiring mereka secara paksa keluar dari pintu kaca lobi utama diiringi bisik-bisik dan tatapan cemooh dari seluruh staf kantor.Setelah keributan mereda, Fery menoleh ke arah Kayla. Tatapannya yang tadinya sekeras baja seketika mencair dan berubah penuh kehangatan saat memandang wajah istrinya."Kamu tidak apa-apa, Sayang?" tanya Fery lembut seraya merapikan sedikit helai rambut Kayla yang terurai.Kayla tersenyum manis, mengangguk pelan. "Aku baik-baik saja, Mas. Kan sudah bilang, aku bisa atasi sendiri."Fery terkekeh rendah, lalu mendekatkan wajahnya dan berbisik tepat di telinga Kayla. "Iya, aku tahu... Istriku ternyata jauh lebih galak dan badas dari yang terlihat."Om Dani menyunggingkan senyum lega saat melihat situasi lobi kembali tenang. Pria paruh baya itu menepuk bahu Fery perlahan. "Ya sudah, Fery, Kay... Om kembali k
Last Updated : 2026-10-10 Read more