Tiba di depan ruang CEO, Kayla memanggil Alan yang kebetulan keluar. "Mas Fery ada di dalam?""Ada, baru saja selesai menelepon dengan bagian hukum perusahaan," jawab Alan."Pantas saja ponselnya susah dihubungi. Aku masuk ya?" tanya Kayla tergesa-gesa.Alan membukakan pintu. Fery yang melihat istrinya kembali dengan wajah pucat seketika berdiri. "Sayang, ada apa? Kenapa kamu panik begini?""Mas, Nenek dibawa ke rumah sakit! Tadi Bibi menelepon, katanya sudah mencoba hubungi kamu tapi tidak ada jawaban," ucap Kayla dengan suara bergetar menahan tangis.Mendengar hal itu, raut wajah Fery seketika berubah tegang. "Alan, handle semua urusan saya hari ini, saya harus ke rumah sakit," ucap Fery tegas."Baik, Fer. Hati-hati ya," jawab Alan sigap.Fery menggenggam erat tangan Kayla dan berjalan cepat menuju ke parkiran.Di dalam lift menuju parkiran basement, Fery terus merengkuh bahu Kayla yang tampak bergetar. Rasa bersalah menghinggapi dadanya karena sempat mengabaikan panggilan telepon s
Dernière mise à jour : 2026-09-27 Read More