Semua orang tertawa dengan canggung."Itu nggak penting, nggak penting. Anda orang penting dengan banyak kesibukan, wajar kalau Anda nggak ingat."Tiga tahun yang kujalani bersama Ethan dengan bahagia ternyata bisa dilupakan semudah itu.Setelah acara selesai, Ethan mengantar Erika dengan mobil.Erika juga agak mabuk, dia menatap Ethan dengan perasaan berkecamuk.Sambil menghela napas, Erika memohon, "Mengenai kejadian dulu, jangan salahkan Cindy.""Nasibnya nggak sebagus kamu. Ketika dia meninggal, bahkan nggak ada yang mengurus pemakamannya, hidupnya kesepian.""Sekarang kamu sudah sukses, sebentar lagi kamu juga akan menikah. Sudah waktunya kamu lupakan masa lalu."Ethan mengatakan dia tidak mengenalku, justru itu membuktikan dia masih mengingatku.Karena ingatan itu terlalu dalam dan kuat, jadi setiap mendengar namaku, dia menggenggam gelas minumannya dengan erat sampai jari-jarinya memucat.Sepanjang makan, Ethan tampak tidak fokus, matanya terus melirik ke arah pintu.Erika juga
Read more