Saat senja di hari terakhir pameran, aku berdiri seorang diri di tengah ruang pameran.Kalung yang kunamakan “Pertemuan Pertama” itu berkilau di bawah sorotan lampu.Pada papan keterangan karya, aku menulis satu kalimat.[Dipersembahkan untuk seseorang yang kukenal saat berusia tujuh tahun. Dia pernah tinggal sangat lama di dalam hatiku. Lalu dia pergi. Kini, hati ini kembali menjadi milikku sendiri.]Setelah terdiam beberapa saat, aku berbalik dan melangkah keluar. Langit di luar sudah gelap dan lampu-lampu jalan baru saja menyala.Dari kejauhan, kulihat mobilnya terparkir di dekat pintu keluar area parkir.Dia berdiri di samping mobilnya, seolah sudah menunggu sangat lama. Mantel abu-abu yang dikenakannya masih mantel yang sama.Aku menghampirinya.“Viona.”“Hm.”“Aku sudah melihat pameranmu. Bagus sekali. Aku berdiri lama di depan kalung itu.”“Makasih.”Kami terdiam sejenak. Setelah beberapa saat, dia yang lebih dulu membuka suara.“Gimana keadaanmu selama setahun ini?”“Baik. Kamu
Read More