LOGINAku memiliki sebuah rahasia. Setiap kali bersentuhan dengan siapa pun, aku bisa melihat wajah orang yang paling mereka cintai. Sejak Nadhil pindah ke sebelah rumahku saat kami berusia tujuh tahun, di dalam hatinya hanya ada aku. Pada usia delapan belas tahun, saat dia menggenggam tanganku, orang yang ada di hatinya adalah aku. Saat berusia dua puluh dua tahun dan melamarku, yang di hatinya tetap aku. Pada malam pertama pernikahan kami, saat dia menciumku, yang ada di hatinya tetap aku. Pagi hari saat hari peringatan tiga tahun pernikahan kami, aku merapikan kerah bajunya. Saat ujung jariku menyentuh jakunnya, seperti biasa aku memejamkan mata sejenak. Namun, saat itu aku melihat dua wajah. Satu adalah wajahku, satunya lagi wajah seorang perempuan yang asing. Malam itu, layar ponsel Nadhil menyala. [Kak Nadhil, makasih ya, sudah menemaniku hari ini.] Dua puluh satu tahun, seratus ribu kali sentuhan. Untuk pertama kalinya, kemampuanku meleset.
View MoreSaat senja di hari terakhir pameran, aku berdiri seorang diri di tengah ruang pameran.Kalung yang kunamakan “Pertemuan Pertama” itu berkilau di bawah sorotan lampu.Pada papan keterangan karya, aku menulis satu kalimat.[Dipersembahkan untuk seseorang yang kukenal saat berusia tujuh tahun. Dia pernah tinggal sangat lama di dalam hatiku. Lalu dia pergi. Kini, hati ini kembali menjadi milikku sendiri.]Setelah terdiam beberapa saat, aku berbalik dan melangkah keluar. Langit di luar sudah gelap dan lampu-lampu jalan baru saja menyala.Dari kejauhan, kulihat mobilnya terparkir di dekat pintu keluar area parkir.Dia berdiri di samping mobilnya, seolah sudah menunggu sangat lama. Mantel abu-abu yang dikenakannya masih mantel yang sama.Aku menghampirinya.“Viona.”“Hm.”“Aku sudah melihat pameranmu. Bagus sekali. Aku berdiri lama di depan kalung itu.”“Makasih.”Kami terdiam sejenak. Setelah beberapa saat, dia yang lebih dulu membuka suara.“Gimana keadaanmu selama setahun ini?”“Baik. Kamu
Setahun kemudian, pameran desain pribadiku resmi dibuka.Pameran itu diberi nama “Usia Tujuh Tahun”, dengan karya-karya yang terinspirasi dari sudut pandang anak-anak.Menurut kurator, karya-karyaku terasa lembut, tetapi tetap menyimpan kekuatan.Sebuah majalah datang mewawancaraiku. Mereka bertanya apa makna di balik elemen bergandengan tangan yang berulang kali muncul dalam karya-karyaku.“Tak ada makna khusus. Bergandengan tangan dengan seseorang memang indah. Tapi kalau suatu saat tangan itu tak bisa lagi digenggam, ya lanjutkan saja berjalan sendiri.”Setelah majalah itu terbit, Nayara bercerita bahwa Nadhil membeli majalah tersebut lalu meletakkannya di meja samping tempat tidur, tepat di sisi tempat tidur yang dulu menjadi tempatku.Separuh lemarinya masih dibiarkan kosong. Semua pakaiannya dijejalkan ke sisi yang lain, sementara sisi lainnya tidak diisi barang apa pun.Asistennya bilang, dia sering duduk melamun di depan komputer di kantornya dan masih terpampang foto pernikaha
Nayara berkata bahwa mantan rekan kerjanya melihat kejadian itu dengan mata kepalanya sendiri.Nadhil memanggil Angela ke ruangannya. Pintu kantor dibiarkan terbuka di depan seluruh orang di perusahaan.“Bu Angela, mulai hari ini kamu dipecat. Selesaikan proses pengunduran dirimu hari ini.”Angela tertegun. Matanya langsung memerah dan menanyakan alasannya.“Kamu pasti tahu alasannya.”Angela mulai menangis. Suaranya semakin keras hingga seluruh area kantor bisa mendengarnya.Dia bertanya, kalau semua itu tidak berarti apa-apa, lalu apa arti pantai itu? Bagaimana dengan pohon ketapang dan juga restoran itu?Dia berkata bahwa Nadhil jelas pernah berjanji akan membawanya bertemu orang tuanya.Nadhil memotong ucapannya, “Mulai sekarang jangan pernah muncul lagi di hadapanku.”Setelah selesai bercerita, Nayara menatapku.“Dia benar-benar memecatnya. Yasmin bilang, waktu itu satu kantor sangat terkejut.”“Terus kenapa?”“Kamu sama sekali nggak merasakan apa pun?”“Kalau dia memecatnya, apa
Akhirnya dia menandatangani surat perjanjian perceraian itu.Dia menambahkan satu syarat. Dia mentransfer sepuluh miliar kepadaku sebagai kompensasi atas dua puluh satu tahun ini.Aku tidak menerimanya.Dia kemudian mengajukan permintaan lain. Dia ingin aku menunda perceraian selama tiga bulan dan memberinya kesempatan untuk mengejarku lagi dari awal.Saat Nayara menyampaikan hal itu kepadaku, nada suaranya terdengar campur aduk.“Katanya dia merasa berutang padamu satu hal. Dulu selama ini kamu yang terus mengejarnya, dari umur tujuh sampai dua puluh delapan tahun. Sekarang dia mau gantian mengejarmu.”“Terserah dia deh.”…Keesokan harinya, ada bunga yang datang.Satu buket besar mawar merah memenuhi pintu masuk studioku.Sebuah kartu yang terselip di sana bertulis, [Hari Pertama.]Aku meminta resepsionis langsung mengembalikannya.Hari ketiga, bunga itu datang lagi. Resepsionis bilang, setiap kali dikembalikan, dia selalu menyuruh orang mengantarkannya kembali. Dia pun bertanya haru












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.