Aku pergi ke kantornya untuk menemuinya.Di dalam lift, aku lebih dulu berpapasan dengan Angela. Dia mengenaliku lalu tersenyum sambil mengulurkan tangannya.“Halo, Kak. Saya Angela, asisten Direktur Nadhil.”Sikapnya terlihat begitu santai dan alami.Dia menekan tombol nomor lantai, lalu mundur selangkah dan berdiri di sampingku.Saat di dalam lift, dia menerima sebuah telepon.“Kak Nadhil? Biasanya dia nggak makan siang, sih. Dia minum kopi saja sudah cukup, sudah biasa begitu.”Setelah menutup telepon, dia tersenyum kepadaku dan berkata, “Kak, mau makan bersama Kak Nadhil, ya?”Pintu lift terbuka. Aku tidak menanggapi ucapannya.Nadhil sedang membolak-balik berkas di dalam kantornya. Dia bahkan tidak mengangkat kepalanya sedikit punAku meletakkan kotak bekal di atas meja.“Apa kamu memang nggak makan siang?”“Kalau sedang sibuk, kadang aku memang nggak makan.”Angela mengetuk pintu lalu masuk mengantarkan berkas. Dia melirik kotak bekal yang kubawa, lalu tersenyum dan berkata, “Kak
Baca selengkapnya